Breaking News:

Warga Singapura Panic Buying, Pemerintah Lakukan Lockdown Lagi Besok, Ada Infeksi Tak Terlacak

Singapura akan memberlakukan lockdown mulai hari Minggu besok seiring peningkatan kasus Covid-19.

Editor: taufik ismail
KOMPAS.com/I KOMANG NARENDRA
Warga Singapura ada yang terlihat memakai masker dan ada juga yang tidak memakai masker di kawasan University Town, National University of Singapore (NUS), Kamis (30/01/2020). Singapura akan kembali menerapkan lockdown mulai Minggu (16/5/2021) besok. 

Kementerian perlu bertindak tegas untuk mengatasi risiko ini, karena setiap kebocoran dapat mengakibatkan munculnya kembali kasus yang tidak terkendali.

Lockdown akan dimulai pada Minggu (16/5/2021) hingga tanggal 13 Juni.

Singapura saat ini telah mendeteksi 11 klaster aktif Covid-19 dan 46 kasus aktif negara saat ini terkait dengan Bandara Changi.

Pemerintah prihatin bahwa mungkin ada beberapa kasus tersembunyi yang belum terdeteksi dan dapat menyebar ke komunitas yang lebih luas.

Total kasus aktif Covid-19 di Singapura adalah 393 kasus.

Meski angka itu secara signifikan lebih kecil daripada wabah yang terlihat di sebagian besar negara lain, ukuran Singapura yang kecil dan populasi padatnya yang hampir 6 juta orang dapat memungkinkan kasus-kasus berkembang biak dengan sangat cepat.

Singapura telah berhasil mengendalikan sebagian besar pandemi di dalam perbatasannya dan hanya melaporkan 31 kematian akibat Covid-19 sejak dimulainya pandemi.

Sebagian besar kasus yang dilaporkan negara kota berasal dari pelancong yang masuk dan diisolasi di tempat karantina.

Penyebaran lokal

Gejolak saat ini menjadi perhatian Singapura karena sebagian besar kasus baru diperoleh secara lokal dan beberapa di antaranya tidak dapat langsung dikaitkan dengan kasus lain. Penyebaran lokal tampaknya dipicu oleh kasus-kasus yang terkait dengan bandara negara kota itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved