Breaking News:

Wisata Dibuka Saat Lebaran, TapI Okupansi Hotel Turun Drastis, Ketua PHRI Jabar; Jangan Tutup Mata

Okupansi masyarakat menginap di hotel saat libur lebaran menurun drastis akibat penyekatan atau larangan mudik pada lebaran tahun ini. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Siti Fatimah
tribunjabar/hilman kamaludin
ilustrasi - Okupansi masyarakat menginap di hotel saat libur lebaran menurun drastis akibat penyekatan atau larangan mudik pada lebaran tahun ini.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Okupansi masyarakat menginap di hotel saat libur lebaran menurun drastis akibat penyekatan atau larangan mudik pada lebaran tahun ini. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indoensia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar mengatakan, saat momen libur lebaran ini, tak banyak masyarakat yang berlibur atau menginap di hotel

"Kondisi lebaran ini kita berangkat dari pemerintah meliburkan dari tanggal 6 sampai 17 (Mei) ya, membatasi pergerakan kan dilarang, dikembalikan," ujar Herman saat dihubungi, Jumat (14/5/2021). 

Baca juga: Viral, Hendak Mandi Tamu Hotel Kapsul Bobobox Jadi Korban Pelecehan Seksual, Direkam saat Mandi

Kebijakan pemerintah yang melarang obyek wisata di daerah zona merah dan oranye membuka operasionalnya pun berdampak pada okupansi hotel.

"Jadi, sekarang ini persoalannya adalah kalau melintas dari satu kota ke kota yang lain saja tidak boleh masuk, walaupun destinasi wisata dibuka tamu tetap tidak ada," katanya. 

Praktis, kata dia, kondisi itu membuat okupansi hotel di Jawa Barat menurun pada libur lebaran tahun ini. 

"Yang terjadi adalah zero okupansi, yang tidak pernah terjadi selama ini sudah terjadi, tamu mau darimana orang cianjur, garut tidak bisa masuk Bandung," katanya. 

Baca juga: Larangan Mudik, Tingkat Hunian Hotel Pangandaran di Bawah 10 Persen, Diharapkan Naik Setelah Lebaran

Tak hanya itu, tamu dari satu daerah atau warga asli pun tak bisa menjadi harapan.

Sebab, berbeda dari lebaran sebelum-sebelumnya, kini banyak masyarakat yang memilih tinggal di tumah daripada menginap di hotel saat libur lebaran.

"Mengharapkan orang Bandung menginap di hotel, kalau dulu okay karena pembantunya pulang ke daerah. Tapi sekarang pembantunya nggak bisa pulang, berarti kan dia ada tukang masak dirumah, mereka nggak nginep di hotel. Itu satu masalah," ucapnya. 

Ia berharap agar pemerintah tak tutup mata dengan persoalan yang dihadapi oleh para pengusaha hotel

"Kita berharap pemerintah itu tegas, soalnya pergerakan ekonomi bergantung pada perkembangan Covid-19, kalau Covid-19 gak bisa diatasi, recovery ekonomi tidak akan bisa jalan, pengusaha akan lebih terkapar," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved