THR Bisa Buat Beli Motor, Jangan Asal Pilih, Ini Ciri-ciri Sepeda Motor yang Bisa Jadi Investasi

Salah satu cara yang bisa dipilih adalah membeli sepeda motor. Namun, tak sembarang motor bisa dijadikan investasi.

Tampilan sepeda motor BMW M 1000 RR. (BMW Motorrad) 

TRIBUNJABAR.ID - Salah satu yang dinanti-nanti dari Hari Lebaran adalah Tunjangan Hari Raya (THR).

Bila biasanya THR banyak digunakan saat mudik lebaran, maka tahun ini THR bisa digunakan untuk hal lain berhubung pemerintah menerapkan larangan mudik.

Sebagian orang mungkin berpikir untuk mengalokasikan THR-nya untuk investas.

Salah satu cara yang bisa dipilih adalah membeli sepeda motor. Namun, tak sembarang motor bisa dijadikan investasi.

Dilansir dari Kompas.com, umumnya, investasi pada motor dilakukan pada motor tua atau motor klasik. Padahal, tak harus motor klasik yang sudah jarang di pasaran, tapi juga bisa motor baru, asal jeli ketika membeli.

Bambang, yang akrab disapa Om Beng, pendiri Indonesia Vespa Days, mengatakan, ciri-ciri motor yang bisa dijadikan investasi untuk di Indonesia adalah yang masih bawaan asli pabrik alias orisinal.

"Menurut saya masih model bawaan pabrik. Karena kalau motor kustom sangat subjektif. Pergerakan ini mulai terasa tidak hanya di Vespa namun merambah ke motor bebek, saat ini kita bisa lihat banyak berseliweran bebek jadul yang lucu-lucu," ujar Om Beng, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: H+1 Lebaran, Pemudik Masih Banyak, Sudah 400 Ribu Kendaraan yang Diputar Balik Hingga Tadi Pagi

Motor baru pun bisa jadi investasi. Namun, memang perlu pembuktian. Selain itu, mengecek kebenarannya juga tidak mudah, karena membutuhkan kejelian pemilik memilih motor, serta waktu yang tidak sebentar.

Pertama, motor baru yang populasinya tidak banyak, taoi ramai peminatnya. Sesuai hukum ekonomi, kondisi tersebut akan membuat permintaan tinggi tapi stok yang ada terbatas. Sehingga, harganya juga akan tinggi.

Kedua, motor-motor generasi pertama yang didatangkan secara impor atau Completely Bulit Up (CBU).

Contohnya, Honda PCX 125 dari Thailand yang sampai sekarang harganya masih tinggi atau NSR 150R yang mulai langka.

Ketiga, motor yang memiliki status special edition seperti edisi ulang tahun atau edisi terbatas.

Baca juga: Bukan THR, Pegawai non-ASN Jawa Barat Akan Dapat Honorarium Tambahan Sebesar Satu Kali Gaji

Model seperti ini sering diburu, karena punya nilai sentimentil atau perbedaan khusus yang tidak ada di varian standar.

Keempat, motor yang punya sejarah atau sudah diproduksi dalam jangka waktu lama seperti Honda Monkey. Pertimbangan lain yaitu membeli motor yang diyakini bakal punya basis komunitas seperti Yamaha RX-King.

Untuk motor lawas, Rizki Arif, dari Antik Motor Kediri, mengatakan, motor tua yang bisa dijadikan investasi adalah buatan tahun '80-an ke bawah. Sebab, motor-motor tersebut banyak diburu pecinta motor klasik. "Setiap tahun, pasti naik harganya, bukan malah semakin turun.

Tapi, dengan catatan kondisinya juga terawat," kata Rizki, saat dihubungi Kompas.com, dalam kesempatan terpisah.

Motor tua yang kondisinya seadanya pun masih banyak dicari dengan alasan kelangkaan. Apalagi, jika motor tersebut masih bisa direstorasi.

"Motor yang masih bahan tetap bisa untuk investasi. Tapi, paling baik tetap harusnya direstorasi dahulu, baru disimpan. Jadi, nilainya akan semakin bertambah," ujar Rizki.
Soal harga, menurut Rizki, berbeda-beda untuk setiap motor. Kondisi fisik, tahun pembuatan, kelengkapan surat-suratnya, pajaknya, populasinya, dan lainnya, dapat menentukan harga dari motor tua tersebut.

Baca juga: Malam Takbiran, Dua Kelompok Warga Malah Terlibat Tawuran di Matraman, 1 Tewas Akibat Luka Tusuk

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "THR buat Beli Motor, Ini Ciri Sepeda Motor yang Bisa Jadi Investasi"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved