Breaking News:

Sepi Pengunjung, Penjaja Wisata Kuda di Taman Cilaki Bandung Sedih, Harus Nombok untuk Beli Pakan

Libur idul fitri di obyek wisata Taman Cilaki, Kota Bandung tahun ini sepi dari aktivitas para wisatawan.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Libur idul fitri di obyek wisata Taman Cilaki, Kota Bandung tahun ini sepi dari aktivitas para wisatawan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Libur idul fitri di obyek wisata Taman Cilaki, Kota Bandung tahun ini sepi dari aktivitas para wisatawan. Biasanya, saat libur tiba wisatawan memadati kawasan tersebut untuk menyewa jasa menanggung kuda atau sekedar berkumpul bersama keluarga. 

Itang Sopyan (28) salah satu penjaja kuda di kawasan Taman Cilaki mengatakan, libur lebaran tahun ini tidak lebih baik dari tahun lalu.

Menurutnya, pandemi Covid-19 dan larangan mudik tahun ini sangat berdampak pada usahanya. 

Baca juga: Wisata Alam Ini Ramai Saat Lebaran, Disebut Ada Mata Air Buat Awet Muda, Jadi Ritual Kecantikan

Pada libur H+1 lebaran tahun ini, Itang mengaku beru mendapat dua wisatawan yang menggunakan jasanya.

Kondisi itu jelas jauh berbeda dengan 2019, saat belum ada pandemi dan larangan mudik lebaran. 

"Pemasukan sehari kalau saat ini cuma Rp50.000, itu cuma cukup buat makan saja, enggak ada lebihnya," ujar Itang, di Taman Cilaki, Jumat (14/5/2021). 

Tak jarang, Itang harus mengeluarkan uang di luar pendapatannya untuk memberi pakan kudanya. Itang sendiri hampir 12 tahun menjalani prosesinya sebagai pejaja kuda di Taman Cilaki

"Dua tahun ini pemasukan sedikit sekali, pandemi awal sudah terasa dampaknya," katanya. 

Baca juga: Wisata Dekat Pemakaman Umum Ini Jadi Favorit Saat Libur Lebaran, Tak Perlu Bayar Tiket Masuk

Itang mengaku, harga sewa kudanya untuk sekali berkeliling Taman Cilaki dipatok Rp. 20 ribu Namun, karena sepi pengunjung, ia menurunkan harga menjadi Rp. 15 ribu. Sayangnya, menurunkan harga tak menjadi solusi bagi Itang, pengunjung tetap sepi. 

"Kita biasanya beroperasi setiap hari Sabtu-Minggu saja, selebihnya saya di Lembang, saya enggak ada sampingan. Kalau sepi gak ada pemasukan," ucapnya. 

Ia hanya berharap pandemi segera berakhir dan kondisi kembali normal agar usahanya kembali laris.

Sebab, Itang mengaku sangat terdampak akibat Covid-19 yang sudah hampir berjalan dua tahun ini.  

"Kalau bisa kayak dulu lagi, tidak ada corona, usaha lancar dan makan enak," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved