Breaking News:

Jabar-Bappenas-PLJ Kembangkan Peta Interaktif Covid-19, Bantu Pengambilan Keputusan terkait Covid

Dengan peta interaktif, kata Kang Emil, data-data yang rumit terkait penanganan pandemi Covid-19 dapat disederhanakan dan dikonsumsi oleh masyarakat

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Ridwan Kamil, saat audiensi dengan Jabar Digital Service, PLJ, dan Bappenas, via video konferensi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/5). 

Hal senada dikatakan Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Bappenas Mohammad Irfan Saleh. Menurutnya, kemitraan analitika dan data inovasi menjadi hal penting untuk merespons pandemi Covid-19.

“Kemitraan analitika dan data inovasi menjadi penting untuk respons yang efektif terhadap Covid-19 di Indonesia," kata Mohammad Irfan.

Sebuah wilayah dapat dianggap memiliki risiko penularan yang tinggi apabila memiliki jumlah kasus positif Covid-19 yang tinggi. Namun demikian, ada beberapa faktor selain data kasus positif yang juga berkontribusi terhadap potensi penularan Covid-19 di sebuah wilayah.

Baca juga: Tes Acak Pemudik, 15 Pemudik Positif Covid-19, Ridwan Kamil; Apa yang Dikhawatirkan Bisa Terjadi

Untuk memberi gambaran situasi dengan lebih akurat, Peta Interaktif Covid-19 Jawa Barat ini melakukan analisa sampai tingkat desa melalui metode penggabungan data administratif (PODES) dengan data alternatif (Facebook population density), guna mendapatkan data dan informasi yang lebih lengkap.

Kepala Pulse Lab Jakarta Petrarca Karetji mengatakan, penggabungan data alternatif dengan data administratif dalam memahami potensi dan risiko penularan Covid-19 dapat membantu pengambil kebijakan dalam mengidentifikasi dan merancang inovasi.

"Intervensi yang tepat sasaran dalam penanganan Covid-19 di Jawa Barat dapat dicapai dengan bantuan inovasi data. Seperti misalnya menentukan peningkatan protokol kesehatan, penentuan buka tutup fasilitas umum, dan sebagainya," imbuh Petrarca Karetji.

Pulse Lab Jakarta merupakan fasilitas inovasi bersama dari Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Indonesia yang juga bertindak sebagai mitra teknis pada pengembangan peta interaktif ini.

Kini, peta interaktif Covid-19 dapat diakses oleh publik melalui situs Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) di laman (https://pikobar.jabarprov.go.id/transmission-potential). Melalui peta ini, publik dapat mengidentifikasi desa-desa di Jawa Barat berdasarkan tingkat potensi serta risiko terhadap penularan Covid-19.

Baca juga: Pantau Pos Penyekatan Larangan Mudik di Padalarang, Ridwan Kamil Sebut 7 Persen Warga Nekat Mudik

Kedepan, peta ini diharapkan dapat terus mendukung pengambilan keputusan Pemerintah Jawa Barat dalam membuka kantong-kantong daerah untuk kegiatan ekonomi, sosial dan pendidikan seperti pembukaan kembali sekolah, tempat wisata, maupun tempat ibadah.

Dalam adaptasi dan penggunaan lanjutannya, peta ini juga diharapkan dapat memberikan ide inovasi baru untuk replikasi dan penerapan di wilayah lain.

Inisiatif pengembangan Peta Interaktif Covid-19 Jawa Barat ini digagas melalui kemitraan analitika antara Jabar Digital Service bersama dengan Pulse Lab Jakarta dan Pusdatinrenbang Bappenas, serta didukung oleh UNICEF dan pemerintah Australia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved