Breaking News:

Peristiwa Menyeramkan di India Berpeluang Terjadi di Indonesia, Wiku Ingatkan tentang Hal Ini

Hal buruk yang terjadi di India, bukan tak mungkin juga terjadi di Indonesia. Untuk itu, semua harus waspada.

Editor: Giri
WartaKota/Muhammad Azzam
Ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor berhasil menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi- Karawang, pada Minggu (9/05/2021) pukul 22.40 WIB. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tak mudik untuk menghindari peristiwa buruk seperti yang terjadi di India. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Hal buruk yang terjadi di India, bukan tak mungkin juga terjadi di Indonesia. 

Untuk itu, semua harus waspada.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, pun kembali meminta masyarakat untuk mematuhi larangan mudik Lebaran.

Ia mengingatkan bahwa saat ini kasus Covid-19 di sejumlah negara tengah mengalami lonjakan.

"Apabila kita tidak sama-sama menjaga agar penularan tidak semakin meluas, contohnya dengan tetap mudik dan mengunjungi orang tua dan saudara di kampung halaman, bukan tidak mungkin kasus Covid-19 di Indonesia akan kembali meningkat, bahkan sama parahnya dengan di India," kata Wiku, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/5/2021).

Wiku meminta masyarakat Indonesia belajar dari peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara, salah satunya India.

Akibat kegiatan keagamaan dan politik yang menimbulkan kerumunan di India, positivity rate Covid-19 di Negara Lima Benua itu melonjak dari tiga persen menjadi 22 persen hanya dalam waktu kurang dari dua bulan.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak butuh waktu lama untuk menaikkan kasus yang diakibatkan oleh abainya masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan.

Akibat tingginya lonjakan kasus virus corona, mayoritas rumah sakit di India sudah tidak mampu lagi menampung pasien, baik yang menderita Covid-19 maupun penyakit lainnya.

Bukan hanya rumah sakit, tenaga medis, alat kesehatan, hingga obat-obatan yang dibutuhkan pun tidak lagi mencukupi.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved