Geram dengan Ulah Kadesnya, Warga Desa Cipancar Garut Segel Kantor Desa
Geram dengan ulah kadesnya yang diduga melakukan penyelewengan anggaran, sejumlah warga masyarakat menyegel kantor Desa Cipancar, Garut.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Geram dengan ulah kadesnya yang diduga melakukan penyelewengan anggaran, sejumlah warga masyarakat menyegel kantor Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Penyegelan itu terjadi pada hari Senin, 10 Mei 2021.
Warga yang geram menggembok kantor desa dan memaku pintu masuk dengan papan.
Baca juga: Cari Kesempatan, Puluhan Pemudik Berbondong-bondong Coba Masuk Garut Dini Hari, Tetap Putar Balik
Salah satu aktivis Masyarakat Peduli Desa Cipancar, Eman Sulaeman, mengatakan bahwa pemerintahan Desa Cipancar dinilai lalai dalam menjalankan tugas termasuk kadesnya yang jarang masuk kantor.
"Kadesnya jarang masuk kantor dari tahun 2018, apalagi bulan kemarin full tidak masuk," ucapnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (11/5/2021)
Kemarahan warga desanya juga dipicu oleh tidak transparannya penyerapan anggaran dana desa dan dana dari APBD Pemprov Jabar.
"Hal itu yang membuat warga desa marah, penyerapan ADD dan dugaan penggelapan PBB," ungkapnya.
Eman menjelaskan bahwa sang kades telah beberapa kali diperingatkan oleh warga agar memperbaiki segala kesalahan yang dilakukannya.
Menurutnya, di hadapan tokoh masyarakat kadesnya itu sudah berjanji akan memperbaiki segala kesalahannya, yakni melakukan penyelewengan anggaran desa.
"Kades itu tetap bandel, penyegelan yang dilakukan oleh warga adalah puncak kemarahan warga desa, kami berharap Bupati segera menonaktifkannya," ucapnya.
Pihaknya telah melayangkan aduan ke Kejaksaan Negeri Garut dan Polres Garut.
Namun menurutnya hingga kini aduan tersebut belum ditangani secara serius.
"Hingga saat ini laporan pengaduan dugaan korupsi di Desa Cipancar tidak pernah mendapat penanganan secara serius," katanya.
Camat Leles Yaya Warya mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan warga Desa Cipancar hari ini.
"Untuk menindaklanjuti laporan dari warga Masyarakat Peduli Desa Cipancar dan memfasilitasi permasalahan penyegelan kantor Desa Cipancar," ungkapnya dalam liris tertulis.
Yaya mengajak semua ketua RW dan perwakilan RT untuk hadir dalam audiensi tersebut yang akan dilaksanakan hari Selasa siang ini di Aula Kecamatan Leles.
"Kami mohon kehadirannya tepat waktu dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/masyarakat-peduli-desa-cipancar-eman-sulaeman.jpg)