Breaking News:

Gempa Bumi

GEMPA Bumi Terjadi di 3 Wilayah di Sumatera Utara, Dipicu Aktivitas Sesar Lokal, Ini Penjelasan BMKG

Sejumlah wilayah di Sumatera Utara mengalami gempa bumi, antara lain di Aceh, Samosir, dan Padang Sidempuan.

Editor: Siti Fatimah
istimewa
gempa bumi (ilustrasi)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat di sejumlah wilayah di Sumatera Utara mengalami gempa bumi. 

Baca juga: LAGI, Samosir Diguncang Gempa Beruntun, Selama 3 Jam Terjadi 4 Kali Guncangan, Ini Keterangan BMKG

“Swarm adalah serangkaian aktivitas gempa dengan magnitudo relatif kecil dengan frekuensi kejadiannya sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama di wilayah sangat lokal,” tambahnya. 

Aktivitas gempa swarm Samosir ini meskipun magnitudonya kecil tetapi terjadi cukup intensif.

Baca juga: Punya Banyak Sesar, Gempa Bumi Terus Mengancam, Ini Buku Panduan Membangun Rumah Tahan Gempa

Sebagai contoh, beberapa kejadian dimana dalam sehari terjadi aktivitas swarm cukup banyak seperti pada 4 April 2021 terjadi 8 kali, tanggal 6 April 2021 terjadi 6 kali, tanggal 18 April 2021 terjadi 11 kali, dan anggal 19 April 2021 terjadi 5 kali. 

“Patut disyukuri bahwa aktivitas swarm di Samosir saat ini tidak banyak yang dirasakan oleh warga dan hanya tercatat oleh jaringan seismograf milik BMKG,"

"Untuk itu masyarakat dihimbau tidak perlu panik dan khawatir dengan adanya aktivitas gempa swarm di wilayah ini,” ungkapnya. 

Ia menuturkan bahwa fenomena gempa swarm di Indonesia sudah terjadi beberapa kali, seperti aktivitas swarm di Klangon, Madiun pada bulan Juni 2015, Jailolo-Halmahera Barat yang terjadi bulan Desember 2015, dan Mamasa-Sulawesi Barat terjadi pada bulan November 2018.

“Pada beberapa kasus swarm banyak terjadi karena proses-proses kegunungapian (vulkanik), dan hanya sedikit diakibatkan oleh aktivitas tektonik murni,” tuturnya. 

Ia menyampaikan bahwa gempa swarm vulkanik terjadi karena adanya gerakan fluida magmatik yang mendesak dengan tekanan ke atas dan ke samping tubuh gunung melalui saluran magma (conduit) atau bagian yang lemah (fracture dan patahan) dari gunung tersebut. 

“Intrusi magmatik yang memotong lapisan batuan ini disebut dike. Dengan energi dorong dan tekanan dike ke atas yang terus menerus melewati bagian tubuh gunung, maka akan terjadi proses rekahan perlahan-lahan hingga menyebabkan gempa kecil yang terjadi berulang-ulang dan tercatat oleh sensor seismograf,” lanjutnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved