Breaking News:

Curhatan Pedagang Pasar Panorama Lembang: Lebaran Lalu Jual 300 Pakaian per Hari, Kini 80 Saja Susah

Selama ini, banyak pelanggannya yang berasal dari Subang. Selama penerapan ada larangan mudik, mereka enggan berbelanja ke Pasar Panorama Lembang

Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Suasana di pusat perbelanjaan Pasar Panorama Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (10/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Imbas penyekatan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021, para penjual pakaian di Pasar Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merugi.

Pemilik toko pakaian Ima Fashion di Pasar Panorama Lembang, Ismail, mengatakan pendapatan kiosnya menurun hingga 40 persen.

Selama ini, ucapnya, banyak pelanggannya yang berasal dari Subang. Selama penerapan aturan larangan mudik, mereka enggan berbelanja ke Pasar Panorama Lembang karena takut terjaring pos penyekatan di Grafika Lembang. 

"Omset kami turun drastis 30-40 Persen. Soalnya sekarang warga Subang yang merupakan masyarakat sasaran kita enggak mau belanja karena takut diberhentikan di pos penyekatan," katanya saat diwawancarai, Senin (10/5/2021).

Hal serupa dikatakan oleh Ade, pemilik toko pakaian Barokah di Pasar Panorama Lembang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ade mengatakan, menjelang Lebaran 2021, rata-rata hanya 80 pakaian di tokonya yang terjual setiap hari.

Baca juga: Begini Kondisi Wisata Panyaweuyan Majalengka Menjelang Libur Lebaran, Berbeda Dibanding Tahun Lalu

"Kalau Lebaran sebelumnya, termasuk Lebaran tahun lalu masih mending, sekitar 300 potong pakaian bisa terjual dalam satu hari.  Sekarang bisa menjual 80 saja susah payah," kata dia.

Tak sampai di situ, Ade dan penjual lainnya pun sulit membeli stok barang dagangan dari Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Hal ini dikarenakan di sepanjang jalan menuju Tanah Abang terdapat Posko penyekatan larangan mudik

"Biasanya kita beli barang itu berangsur dan belinya ke Tanah Abang karena lebih murah. Sekarang belanja ke sana enggak bisa karena ada penyekatan, kita makin rugi karena pembeli di sini dikit dan barang dibelinya pun lebih mahal dari biasanya," ujarnya.

Ade berharap keadaan segera membaik agar aktivitasnya bersama pedagang lain di Pasar Panorama Lembang bisa kembali normal.

"Saya hanya bisa berharap keadaan membaik agar kita bisa normal kembali bisa berdagang seperti biasanya." katanya.

Penulis: Wildan Noviansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved