Breaking News:

Sedang Asyik Nongkrong di Cafe, Kerumunan Pemuda di Sumedang Dibubarkan Satgas Covid-19

Pembubaran tersebut karena pengunjung sejumlah kafe dan restoran itu pengunjungnya terlalu penuh dan melebihi 50 persen dari kapasitas

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Satpol PP Kabupaten Sumedang saat patroli pelanggaran prokes di sejumlah Cafe. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang membubarkan kerumunan pemuda yang sedang asyik nongkrong di sejumlah Cafe dan restoran wilayah Sumedang kota, Sabtu (8/5/2021) malam.

Pembubaran tersebut karena pengunjung sejumlah kafe dan restoran itu pengunjungnya terlalu penuh dan melebihi 50 persen dari kapasitas, sehingga hal itu melanggar protokol kesehatan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Sumedang, Hilman Abdillah, mengatakan, selain melebihi kapasitas dan mengundang kerumunan, cafe itu juga melanggar batas jam operasional.

"Ini tindakannya pembubaran (pengunjung) dan denda," ujarnya seusai pembubaran pengunjung kafe di Sumedang.

Ia mengatakan, pengunjung dan pemilik kafe itu melanggar Perbup Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggar Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan PSBB dan AKB dalam penanganan Covid-19.

Selain membubarkan pengunjung, pihaknya juga langsung memberikan sanksi denda dan teguran secara tertulis terhadap pemilik cafe tersebut.

"Jika kedapatan melanggar lagi pihaknya akan mencabut izin usaha kafe dan restoran," kata Hilman.

Ia mengatakan, rata-rata pelanggaran yang dilakukan pemilik kafe dan restoran di Kabupaten Sumedang masih banyak yang membuka jam operasional di atas pukul 21.00 WIB, padahal hal tersebut sudah dilarang.

"Kemudian kapasitas tempat itu tidak boleh lebih dari 50 persen ternyata mereka masih 'padedet' lah istilahnya," ucapnya.

Baca juga: ANTREAN PANJANG di Yogya Kepatihan Bandung, Satpol PP Minta Pengunjung Jalan-jalan, Mereka Menolak

Selain membubarkan pengunjung, pihaknya juga memberikan imbauan terhadap para pengunjung hingga akhirnya ada pengunjung yang sudah paham dan langsung membubarkan diri.

"Ini kegiatan yang rutin, dalam rangka penertiban sesuai Permendagri nomor 9 Tahun 2021, dan cara penanganannya diatur dalam Perbup nomor 5 Tahun 2021," kata Hilman.

Salah seorang pengelola kafe di kawasan Kebonkol, Yogi Yana mengakui belum mengetahui adanya aturan pembatasan jam operasional usaha.

"Benar-benar saya tidak tahu ada aturan itu, tapi saya sangat mendukung, apapun upaya dari pemerintah itu harus kita ikuti," katanya.

Baca juga: Satpol PP Kota Bandung Kewalahan Halau Pembeli yang Padati Pusat Perbelanjaan, Imbauan Tak Digubris

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved