Breaking News:

Perajin Galendo Khas Ciamis Khawatir Dampak Larangan Mudik, Omset Turun Drastis

Kebanyakan penggemar galendo adalah pemudik dan wisatawan. Terutama wisatawan yang baru pulang rekreasi  dari Pantai Pangandaran.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR/ANDRI M DANI
Ilustrasi– Setiap lebaran galendo menjadi cemilan paling diburu oleh pemudik yang pulang kampong ke Ciamis untuk oleh-oleh. Seperti yang disediakan di kios Ny Iim Rohimah di Blok C-65 Pasar Manis Ciamis. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Galendo, kudapan khas Ciamis, sering diburu para pemudik yang pulang kampung untuk oleh-oleh. Namun lebaran tahun ini ada larangan mudik, yang dikhawatirkan berdampak pada permintaan galendo.

“Selama setahun pandemi ini omset penjualan galendo menurun drastis. Ada penurunan sekitar 70% dari kondisi normal,” ujar Harisman (32) generasi kedua usaha pembuatan galendo khas “Rasa Asli” Cilame Ciamis kepada Tribun Jabar, Minggu (9/5/2021).

Dari 30% omset yang tersisa di masa pandemi ini, menurut Harisman, juga terancam dampak larangan mudik.

“Kebanyakan penggemar galendo adalah pemudik dan wisatawan. Terutama wisatawan yang baru pulang rekreasi  dari Pantai Pangandaran. Harapannya sekarang, piknik mengunjungi tempat wisata jangan pula ikut dilarang,” katanya.

Dalam kondisi normal sebelum masa pandemi, ucap Harisman, setiap bulan  membutuhkan 30.000 butir kelapa pilihan yang kemudian diolah menjadi berbagai jenis varian galendo.

Baca juga: Pengunjung Pantai Pangandaran Ramai Lagi, Pabrik Galendo di Ciamis Pun Kembali Berproduksi

Karena keterbatasan stok kelapa lokal, Harisman sering mendatangkan kelapa butiran dari Sumatra meski harganya kadang mencapai Rp 4.200/butir.

Selama bulan puasa ini ada 20.000 butir kelapa yang sudah diolah jadi galendo dan minyak kletik untuk stok Lebaran.

“Sebanyak 20.000 butir kelapa tersebut semuanya kelapa lokal, didatangkan dari Desa Kertaharja Cijeungjing dengan harga Rp 3.000/butir,” ujar Harisman.

Dan puluhan ribu butir kelapa pilihan tersebut  sudah diolah jadi galendo dengan berbagai varian seperti galendo asli anyaman bambu, galendo rasa-rasa, galendo mirip oreo, galendo teman nasi yang isi dalamnya ada bawang goreng, galendo mirip coklat batangan, dan berbagai varian galendo lainnya.

Di samping itu ada juga minyak kletik (minyak kelapa) yang khas.

   

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved