Breaking News:

Mudik Dilarang, Pedagang di Rest Area Tol Cipali Keluhkan Sepinya Pembeli, Pendapatan Merosot Tajam

Para pedagang yang berjualan di tempat istirahat atau rest area di sepanjang ruas Tol Cipali, Jawa Barat mengeluhkan kebijakan larangan mudik.

Tribun Cirebon/ Eki Yuliantoro
Suasana di rest area KM 166 Tol Cipali yang sepi dari pengunjung 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Para pedagang yang berjualan di tempat istirahat atau rest area di sepanjang ruas Tol Cipali, Jawa Barat mengeluhkan kebijakan larangan mudik.

Minimnya pemudik memangkas pendapatan pedagang di rest area.

Salah satunya dikeluhkan oleh pedagang makanan di Rest Area Tol Cipali KM 166 wilayah Majalengka, Delia (28).

Baca juga: Sedang Halau Pemudik Terobos Jalan, Pos Penyekatan Karawang Diterjang Angin, Petugas Berhamburan

"Sejak pagi hingga sore ini bisa dihitung yang beli makanan kami. Yang jelas rugi, pendapatan gak ada," ujar Delia kepada Tribun, Sabtu (8/5/2021).

Bahkan, kemarin, pendapatan setelah seharian berjualan tak lebih dari Rp 100 ribu karena sedikit warga yang melakukan perjalanan dan mampir ke tempat istirahat.

"Tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu, karena pengemudi travel tidak diizinkan bawa penumpang, makanya jualan tidak laku," ucapnya.

Meski pendapatan selama pelarangan mudik kali ini minim pemasukan, tapi pedagang telah meraup untung sebelum kebijakan itu diterapkan.

Yakni tanggal 3-5 Mei lalu karena ada banyak pemudik yang berangkat lebih awal.

Baca juga: Pemudik Nekat Terjang Hujan Deras di Karawang Malam Ini, Ngebut Lalu Terjatuh Dekat Pos Penyekatan

"Sehari sampai Rp 1 juta, bahkan lebih. Apalagi pas tanggal 5 (sebelum larangan mudik) kemarin, puncaknya itu besar banget pemasukan," jelas dia.

Halaman
12
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved