Breaking News:

Larangan Mudik, Tingkat Hunian Hotel Pangandaran di Bawah 10 Persen, Diharapkan Naik Setelah Lebaran

"Meskipun ada larangan mudik, kami berharap kunjungan wisata meningkat setelah Lebaran nanti. Karena kami berharap banyak dari sana," ucap Ketua PHRI

Larangan Mudik, Tingkat Hunian Hotel Pangandaran di Bawah 10 Persen, Diharapkan Naik Setelah Lebaran
Istimewa
Agus Mulyana, Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) Kabupaten Pangandaran, mengatakan sektor pariwisata akan terkena imbas akibat larangan mudik.

Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, mengatakan larangan mudik dan penyekatan berpengaruh terhadap geliat ekonomi dan pariwisata Pangandaran.

"Tujuan pemerintah memang sangat baik, tidak lain untuk memutus mata rantai Covid-19. Kami juga akan tetap berusaha untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan ketat," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (9/5/2021).

Ia berharap setelah larangan mudik hingga tanggal 17 Mei nanti, tingkat kunjungan wisata dan hunian hotel akan meningkat pada akhir pekan berikutnya.

"Meskipun ada larangan mudik, kami berharap kunjungan wisata meningkat setelah Lebaran nanti. Karena kami berharap banyak dari sana," ucapnya.

Baca juga: Grand Hotel Preanger Disiapkan Kembali untuk Tempat Istirahat Para Nakes Covid-19

Agus menyampaikan, bahwa setelah adanya larangan mudik oleh pemerintah, banyak tamu hotel yang memutuskan untuk membatalkan pesanan kamar mereka. "Itu hampir merata di semua hotel," katanya.

Tentu, hal tersebut tentu membuat para pengusaha hotel kecewa, namun mereka juga tidak bisa berbuat banyak.

"Tingkat hunian belum ada peningkatan sama sekali. Hingga saat ini tingkat hunian hotel, rata-rata hanya di bawah 10 persen. Memang, parah banget," ucap Agus.

Namun, ucapnya, PHRI tetap berharap, jumlah kunjungan wisata akan terus membaik. 

PHRI juga tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Penulis: Padna
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved