Breaking News:

H-3 Lebaran Situasi Arus Lalu Lintas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur Sepi, Hanya Pengendara Lokal

Memasuki H-3 Idul Fitri 1442 H, volume arus lalu lintas di perbatasan Cianjur-Sukabumi, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, terpantau sepi.

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Sejumlah petugas gabungan saat melakukan penyekatan di Pos Sukalarang perbatasan Cianjur-Sukabumi, Minggu (9/5/2021). Lalu lintas tampak sepi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Memasuki H-3 Idul Fitri 1442 H, volume arus lalu lintas di perbatasan Cianjur-Sukabumi, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, terpantau sepi.

Berdasarkan pantauan Tribunjabar.id, di lapangan sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (9/5/2021), jalan dari arah Cianjur menuju Sukabumi hanya dilintasi sejumlah pengendara roda dua dan roda empat yang berdomisili di Sukabumi. 

Kapolsek Sukalarang, IPTU Yudi Wahyudi, mengatakan, pada H-3 Lebaran situasi arus luli lintas di Sukalarang, tepatnya perbatasan antara Sukabumi dan Cianjur, hingga saat ini masih terpantau sepi.

Baca juga: H-4 Lebaran, Seperti Ini Kondisi Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Sukabumi, Hanya Ada Petugas

"Hingga saat ini kendaraan yang berasal dari Cianjur menuju Sukabumi, maupun arah sebaliknya masih didominasi oleh sejumlah peduduk lokal, dan kendaraan pengangkut logistik," katanya saat diwawancarai di Pos Penyekatan Sukalarang, Polres Sukabumi Kota.

Bahkan saat penyekatan Sabtu (8/5/2021), kata dia, yang dimulai dari pukul 19.00 WIB hingga dini hari Minggu (9/5/2021) situasi arus lalu lintas dari arah Cianjur menuju Sukabumi belum ada perubahan atau penigkatan.

"Meskipun sepi, selama malam tadi hingga saat ini, beberapa pemudik yang tidak mengindahkan larangan mudik dari pemerintah, hingga saat ini masih ditemukan kendaraan dari luar daerah dan terpaksa diputar-arahkan," katanya.

Ia menyebutkan, sejumlah kendaraan yang diputar-arahkan tersebut tercatat ada 15 kendaraan roda empat.

Kendaraan itu rata-rata berasal dari Bandung, sedangkan sisanya dari daerah Jawa tengah, seperti Brebes dan Purworejo.

"Dari pertama awal diberlakukannya penyekatan, hingga saat ini sudah ada ratusan kendaraan roda empat yang berasal dari luar daerah yang diputarbalikkan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved