Breaking News:

AWAS! Masuki Musim Kemarau Sukabumi Rawan Kebakaran dan Sulit Air Bersih

Pihaknya meminta masyarakat tetap waspada saat musim kemarau karena Sukabumi ini rawan kebakaran dan kesulitan air besih saat musim kemarau.

Tribun Jabar
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Anita Mulyani 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Anita Mulyani, mengatakan, wilayah Sukabumi diprediksi segera masuk musik kemarau.

Pihaknya meminta masyarakat tetap waspada saat musim kemarau karena Sukabumi ini rawan kebakaran dan kesulitan air besih saat musim kemarau.

"Yang kita prediksi sekarang adalah masuknya ke musim kemarau, jadi ini musim kemarau harus kita siasati, sikapi, karena kita tahu beberapa daerah di kabupaten Sukabumi pada saat musim kemarau itu rawan kebakaran dan rawan air bersih," katanya.

Baca juga: Hari Kedua Penyekatan di Perbatasan Sukabumi-Cianjur Sudah Ada 380 Kendaraan yang Diputarbalikkan

Ia mengimbau, untuk mencegah kebakaran, warga hendaknya memperhatikan aliran listrik karena belakangan kebakaran di Sukabumi didominasi akibat dari korsleting listrik.

"Imbauan dan langkah-langkahnya kepada masyarakat tetap waspada, jaringan listrik di rumah secara berkala diperiksa."

"Di musim kemarau juga wapada terhadap aktivitas melakukan bakar-bakar, seperti sampah dan ranting.

"Nah, itu juga harus diwaspadai karena dalam musim kematau itu yang namanya api sedikit bisa langsung membesar ditambah lagi dengan angin," terangnya.

"Jadi ini yang dikhawatirkan, kekeringan, kesulitan air bersih dan kebakaran hutan."

"Mudah-mudahan masyarakat bisa menyadari ikut membantu pemerintah untuk sama-sama waspada terhadap lingkungan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kesulitan air bersih, pihaknya akan berkoordinasi dengan PDAM yang biasa mengirimkan kendaraan tangki ke lokasi susah air bersih.

"Tapi kan memang kita harus sadari bahwa fasilitas kendaran juga tidak banyak, seperti tahun-tahun kemarin yang kekeringan itu tidak satu tempat."

"Masyarakat nanti harus bisa sabar pada saat kita melayani nanti kalau tidak cepat, karena memang kita melayani tidak hanya satu tempat tapi berbagai tempat," ujarnya.

"Sampai saat ini belum ada laporan daerah yang mengalami kekeringan, mudah-mudahan jangan sampai ada lah," jelas Anita. (*)

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved