Breaking News:

Pro dan Kontra Mewarnai Keputusan Penutupan Objek Wisata di KBB: Pusat Perbelanjaan Tidak Ditutup

Pro dan kontra mewarnai regulasi pemerintah terkait penutupan objek wisata di Kabupaten Bandung Barat.

Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Pengumuman penutupan objek wisata De'Ranch Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (7/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pro dan kontra mewarnai regulasi pemerintah terkait penutupan objek wisata di Kabupaten Bandung Barat.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, semua objek wisata ditutup pada 7-14 Mei 2021. 

Ditutupnya objek wisata di Bandung Barat merupakan buntut dari status zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19 per 4 Mei 2021.

Ragam dukungan dan protes disampaikan masyarakat Bandung Barat menyoal regulasi tersebut. 

Teguh (26), seorang warga asal Pasirhalang, Kecamatan Lembang, mengatakan, penutupan objek wisata di Bandung Barat merupakan satu langkah yang tepat untuk menekan angka kasus Covid-19 yang terus meningkat. 

"Saya setuju dengan pemerintah. Sebaiknya untuk saat ini objek wisata ditutup dulu sampai kasus Covid-19 di Bandung Barat menurun," katanya saat diwawancarai, Jumat (7/5/2021). 

Baca juga: Objek Wisata Dibuka saat Lebaran, Bupati Purwakarta: yang Bukan Warga Purwakarta Tidak Diperkenankan

Teguh menambahkan, hal ini perlu dilakukan menilai tempat wisata menjadi satu pemicu penyebaran virus karena sifatnya yang menarik pengunjung dalam satu titik. 

"Kan tempat wisata itu sifatnya berkerumun di satu titik, otomatis jadi pemicu dalam penyebaran virus," kata dia. 

Selain dukungan, regulasi penutupan tempat wisata banyak ditentang pula oleh kalangan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Wildan Noviansah
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved