Breaking News:

Masjid Ahmadiyah Disegel

PMII Garut Kecam Keputusan Bupati Menyegel Pembangunan Mesjid Ahmadiyah di Cilawu

Ketua PMII Garut mengatakan, tindakan bupati Garut tersebut merupakan tindakan inkonstitusional dan bertentangan dengan peraturan SKB 3 Menteri

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ dok Satpol PP
Masjid yang berlokasi Kampung Nyalindung, Kecamatan Cilaw, Kabupaten Garut, itu disegel Satpol PP sejak Kamis (06/5/2021) sore 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut mengecam tindakan Bupati Garut yang menyegel pembangunan masjid Jemaah Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Ketua PMII Garut Ipan Nuralam mengatakan, tindakan bupati Garut tersebut merupakan tindakan inkonstitusional dan bertentangan dengan peraturan SKB 3 Menteri.

"Dalam 7 diktum SKB 3 Menteri sama sekali tidak ditemukan pelarangan perihal peribadahan dan kegiatan Jemaah Ahmadiyah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut," ucapnya saat dihubungi Tribunjabar, Jumat (07/5/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS Masjid Jemaah Ahmadiyah di Garut Disegel, Jemaah Menolak, Bupati Pasang Badan

Ipan menjelaskan, keputusan bupati melarang Jemaah Ahmadiyah beraktifitas di Garut merupakan keputusan sepihak.

"Keputusan penutupan masjid tersebut adalah keputusan sepihak, sebab perwakilan Ahmadiyah tidak diikutsertakan," katanya.

Menurut Ipan, keputusan tersebut merupakan keterlibatan negara dalam praktik diskriminasi terhadap kebebasan masyarakat dalam menjalankan agama sesuai keyakinan masing-masing.

"Kami mendesak bupati segera mencabut surat edaran yang melarang aktifitas dan pembangun Masjid Jemaah Ahmadiyah serta menghentikan segala bentuk pelanggaran dan atau pembatasan terhadap kelompok tersebut," katanya.

Pihaknya meminta Pemkab Garut untuk fokus menangani Covid-19 di Garut yang hari ini kasusnya semakin meningkat.

Baca juga: Menag Yaqut Siap Lindungi Hak Beragama Warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia

"Bukan malah menyebarkan virus yang bisa menyulut kebencian di tengah-tengah masyarakat dengan menutup masjid Ahmadiyah dan melarang kegiatannya," ucap Ipan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved