Breaking News:

Masjid Ahmadiyah Disegel

Pembangunan Masjid Ahmadiyah di Cilawu Disegel Pemkab, MUI Garut Beri Respons Positif, Ini Alasannya

MUI Garut memberikan respons positif atas penyegelan pembangunan masjid Ahmadiyah di Cilawu.

TribunJabar.id/Sidqi AG
Pembangunan masjid Ahmadiyah di Cilawu, Garut, yang disegel Pemkab. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut menyambut baik keputusan bupati Garut menyegel bangunan yang hendak dijadikan masjid oleh jemaah Ahmadiyah di Cilawu

Ketua MUI Garut KH Sirojul Munir mengatakan bahwa pihaknya mengacu pada peraturan MUI pusat bahwa Ahmadiyah merupakan aliran sesat.

Peraturan tersebut tertuang dalam fatwa MUI nomor 11 Tahun 2005 Tentang Aliran Ahmasidiyah dan Kebijakan Negara Dalam Menyelesaikan Kasus Ahmadiyah.

"Pada kesimpulannya MUI menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan keputusan tersebut sudah final," ucapnya saat ditemui Tribunjabar.id di kantornya, Jumat (a7/5/2021).

Ia menjelaskan  banyak yang berlainan pandangan tentang Surat Keputusan Bersama Menteri tentang Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). 

"Ya, terserah masalah SKB ada beberapa penafsiran yang berbeda itu silahkan saja yang jelas MUI sudah merekomendasikan dengan fatwanya bahwa Ahmadiyah harus segera ditangani oleh pemerintah," ucapnya.

Pembangunan masjid di Kampung Nyalindung yang didirikan oleh jemaah Ahmadiyah menurut Munir seharusnya tidak dilakukan.

"Eksekusi penyegelan kemarin ya MUI menyarankan memang harus ada eksekusi, kami merespons dengan baik, " katanya.

Halaman
123
Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved