Breaking News:

Terima GratifikasI Rp 32 M, Heri Tantan eks Kabid Pengadaan BKD Subang Dituntut 4 Tahun Penjara

Heri Tantan dianggap terbukti menerima gratifikasi senilai Rp 32 miliar dari para honorer Pemkab Subang yang menjalani tes CPNS pada 2013.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
tribunjabar/mega nugraha
Sidang Heri Tantan Sumaryana, Ternyata Segini Tarif jadi CPNS di Kabupaten Subang 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan Kabid Pengadaan Badan Kepegawaiam Daerah (BKD) Pemkab Subang, Heri Tantan dituntut bersalah melakukan tindak pidana korupsi Pasal 12 huruf B Undang-undang Pemberantasan Tipikor.

Heri Tantan dianggap terbukti menerima gratifikasi senilai Rp 32 miliar dari para honorer Pemkab Subang yang menjalani tes CPNS pada 2013.

"Menuntut majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun, membayar uang pengganti Rp 1 miliar subsidair 1 tahun kurungan," ujar Jaksa KPK Budi Nugraha di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRR Martadinata, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Sosok Kepala Dinas di Pemkot Cirebon yang Jadi Tersangka Korupsi, Kini Ditahan Kejari Kota Cirebon

Menurut jaksa dalam pertimbangannya, Heri Tantan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Meski begitu, jaksa menilai Heri Tantang bersikap sopan di persidangan.

"Terdakwa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya," ujar Budi.

Dalam kasus ini, dari Rp 32 miliar, Heri Tantan terbukti menerima gratifikasi Rp 2,5 miliar. Adapun sisanya diterima oleh mantan Bupati Subang Ojang Sohandi dan Eep Hidayat, mantan Sekda Pemkab Subang Abdulrahman dan mantan Kepala BKD Nina Herlina serta pihak lain seperti sejumlah anggota DPRD Subang hingga sejumlah LSM.

Terhadap mereka yang menerima aliran dana gratifikasi dari Tantan, diwajibkan mengembalikan uang tersebut ke negara.

Baca juga: Kronologi Sekda Subang Dijerat Kasus Korupsi Perjalanan Dinas Rugikan Negara Rp 835 Juta

Selama persidangan, jaksa sudah menghadirkan Ojang Sohandi, Eep Hidayat, Nina Herlina hingga Abdulrahman ke ruang sidang sebagai saksi. Mereka ditanyai soal penerimaan uang. Namun, hanya Ojang yang mengakui menerima uang dari Heri Tantan

Adapun dalam kasus ini, akhir 2012, Heri Tantan dipanggil Sekda Pemkab Subang saat itu, Abdulrahman di kediamannya di Jalan Buton. Hadir juga saat itu Nina Herlina, Kepala BKD Subang. Saat itu, kata jaksa, Abdulrahman mengatakan bahwa untuk pengangkatan CPNS ini, harus jadi uang.

Setelah pertemuan itu, Heri Tantan, Abdulrahman dan Nina dipanggil Bupati Ojang Sohandi. Saat itu, Ojang yang saat ini mendekam di Lapas Sukamiskin karena kasus korupsi, meminta terdakwa, Abdulrahman dan Nina Herlina untuk mengumpulkan uang dari para honorer Kategori II yang hendak ikut seleksi CPNS.

Terdakwa menyanggupi dan meminta bantuan stafnya untuk membantu. Awalnya disepakati per orang Rp 50 juta untuk Ojang, Abdulrahman dan Nina Herlina. Namun, terdakwa menetapkan sendiri besarannya hingga Rp 60 juta sampai Rp 70 juta per orang," katanya.

Adapun dari pungutan itu, terkumpul uang senilai Rp 32 miliar lebih.

Baca juga: TERUNGKAP Fakta Korupsi di Bank Pemerintah di Indramayu, Rp 600 Juta Raib Untuk Foya-foya Pribadi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved