Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

Ema Sumarna: Tidak Ada Toleransi untuk Pemudik ke Kota Bandung!

Sekretaris DaerahKota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, ada dua dokumen yang wajib ditunjukkan kepada petugas di pos penyekatan.

Tribun Jabar/ Cipta Permana
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, pengendara dari luar Kota Bandung yang datang melalui Bundaran Cibiru, Kota Bandung, harus dapat menunjukkan dokumen perjalanan jika tidak ingin diputar balik. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pengendara dari luar Kota Bandung yang datang melalui Bundaran Cibiru, Kota Bandung, harus dapat menunjukkan dokumen perjalanan jika tidak ingin diputar balik.

Sekretaris DaerahKota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, ada dua dokumen yang wajib ditunjukkan kepada petugas di pos penyekatan.

Pertama, kata dia, surat keterangan bebas Covid-19 terbaru dan, kedua, surat jalan dari perusahaan atau instansi terkait bagi karyawan swasta atau ASN yang akan memasuki Kota Bandung untuk urusan pekerjaan.

Baca juga: Penyekatan Kendaraan di Cibiru Kota Bandung Pagi Hari Bikin Macet, Ini Penyebabnya

"Boleh (masuk Kota Bandung) tapi dengan catatan, harus lolos uji dokumen perjalanan dan kesehatan. Apalagi yang di luar Kota Bandung. Harus dipenuhi itu. Tanpa itu, tidak ada toleransi," ujar Ema sesuai memantau penyekatan di Cibiru, Kamis (6/5/2021).

Menurut Ema, surat keterangan negatif hasil rapid antigen terbaru wajib ditunjukkan sebagai bukti bahwa yang bersangkutan terbebas dari Covid-19.

"Itu harus yang terbaru. Itu idealnya dipenuhi. Ini bukan persoalan larangan mudik, tapi soal kendali Covid," katanya.

Meski para pengendara terlihat masih sehat dan bermobilisasi, ujar Ema, syarat surat bebas Covid-19 tetap harus dipenuhi mengingat adanya fenomena OTG (orang tanpa gejala) dalam kasus Covid-19.

"Tadi ada pengendara yang bilang dirinya merasa sehat. Iya, mungkin (dia sehat) secara fisik."

"Coba kalau misalnya nanti di-swab, bisa saja dia itu positif."

"Seperti saya, bisa saja ketika diperiksa ternyata positif," ucapnya.

Penyekatan larangan mudik ini berlaku sejak 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Sejumlah personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendirikan check point di delapan titik yang merupakan jalur-keluar masuk Kota Bandung. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved