Breaking News:

Antisipasi PMI yang Habis Kontrak dan Mudik ke Purwakarta, Bupati Imbau Desa Sediakan Tempat Isolasi

Anne Ratna Mustika menyebut Purwakarta miliki kantong-kantong PMI yang perlu adanya pengawasan dari satgas desa/kelurahan dan kecamatan.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Tempat isolasi Kelurahan Nagri Kaler Kecamatan Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mewanti-wanti lurah, kepala desa, dan camat untuk mengantisipasi adanya kedatangan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang habis kontrak dan balik ke Indonesia, utamanya Purwakarta.

Anne Ratna Mustika menyebut Purwakarta miliki kantong-kantong PMI yang perlu adanya pengawasan dari satgas desa/kelurahan dan kecamatan.

Para PMI yang lolos hingga datang ke Purwakarta dengan tidak diisolasi dahulu di tingkat pusat, Anne Ratna meminta desa/kelurahan atau kecamatan untuk sediakan tempat isolasi di masing-masing desa/kelurahan setiap kecamatan selama 14 hari dengan diawasi oleh kepala puskesmas.

"Kami perkirakan akan ada ribuan PMI yang habis kontrak dan pulang. Jadi, seluruh desa/kelurahan diimbau untuk lakukan pengawasan secara ketat dengan setiap desa miliki ruang isolasi," katanya, Kamis (6/5/2021).

Adapun kantong-kantong PMI di Purwakarta, antara lain Kecamatan Sukatani, Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Darangdan, Kecamatan Bojong, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Maniis, Kecamatan Plered, dan kecamatan lainnya termasuk kota yang kemungkinan ada warganya yang menjadi PMI.

Lurah Nagri Kaler Kecamatan Purwakarta, Dede Iskandar mengaku pihaknya telah siapkan tempat isolasi mandiri untuk PMI. Sebab, dia mengindikasikan ada beberapa warganya yang menjadi PMI di luar negeri namun belum mengetahui apakah memang pulang atau tidak.

Baca juga: Antisipasi Kebocoran Pemudik Nekat, Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi di Desa/Kelurahan

Selain itu, tempat isolasi mandiri yang disiapkan tersebut diperuntukkan bagi warganya yang bekerja di luar kota dan ketika mudik bisa dimasukkan ke tempat isolasi tersebut.

"Tak semua yang pulang atau mudik dimasukkan ke tempat ini. Sebab hanya warga yang lolos dari penyekatan, misal mereka tak membawa bukti sehat atau hasil antigennya jadi harus jalani karantina di sini," ujarnya.

Ketika disinggung cara mengetahui adanya pendatang atau pemudik yang datang, Dede mengatakan pihaknya di tingkat RT dan RW mulai hari ini melakukan penyisiran ke rumah-rumah atau lingkungan.

"Tempat isolasi ini diperuntukkan bagi mereka yang tak bergejala dan tak punya dokumen sehat antigen," katanya.

Baca juga: Masyarakat Dilarang Mudik, Penerbangan Wuhan-Jakarta Malah Dibuka

Tempat isolasi mandiri wilayah Nagri Kaler berada di RW 7, di sana tampak miliki sejumlah fasilitas, seperti adanya tabung oksigen, air minum dan makanan ringan, hingga disediakannya konsumsi selama masa isolasi.

"Ketika tempat ini overload, kami miliki dua alternatif yang sudah dijajaki yakni memesan kosan khusus karantina jika tak mencukupi dan cara lainnya pergunakan bangunan sekolah dasar, karena sekolah sekarang kan belum efektif sehingga bisa digunakan untuk ruang isolasi," katanya.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved