Breaking News:

Sepekan Jelang Lebaran, Harga Ayam Potong Naik Hingga Rp 1.000 per Hari

"Sejak Minggu ke dua Ramadan, harga ayam naik Rp 500 atau Rp 1.000 per hari," ujar penjual ayam potong, Latif (41),  di Pasar Gedebage, Rabu (5/5/2021

Tribun Jabar/Shania Septiana
Latif pedagang ayam potong di pasar Gedebage Bandung, Kota Bandung, sedang melayani pembeli, Rabu (5/5/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Shania Septiana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sepekan menjelang Lebaran, harga ayam potong mengalami kenaikan setiap hari.

Terhitung sejak Minggu ke dua Ramadan, harga ayam potong di Pasar Gedebage Kota Bandung mengalami kenaikan.

"Sejak Minggu ke dua Ramadan, harga ayam naik Rp 500 atau Rp 1.000 per hari," ujar penjual ayam potong, Latif (41),  di Pasar Gedebage, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, hal tersebut normal terjadi. Harga daging ayam juga sempat naik sekitar Rp 2 ribu dalam beberapa hari, lalu turun lagi.

"Grafiknya sih minggu pertama Ramadan turun dikit, terus naik pelan-pelan. Hari ini, saya jual satu kilogram Rp 38 ribu, yang lain ada yang jual Rp 39 ribu dan ada Rp 40 ribu," katanya.

Baca juga: Operasi Senyap Maling Ayam di Kota Tasik, Warga Heran Ayam Tidak Berkokok saat Ditangkap

Latif juga menjual jenis ayam tege. Ayam berukuran kecil yang beratnya hanya setengah kilogram tersebut dijual Rp 48 ribu per kilogram.

"Ayam tege yang ukuran setengah kiloan yang kaya ayam Padang, emang mahal dari sananya. Ayamnya saya beli hidup, ukurannya kecil, beratnya setengah kilogram dan kalau dijual satu kilo harganya Rp 48 ribu," ujarnya.

Tak hanya itu, pria yang sudah berjualan di Pasar Gedebage selama 16 tahun ini menjual usus, ceker, dan hati ayam.

"Harga ceker enggak pernah naik atau turun, selalu Rp 20 ribu per kilogram, harga hati ayam dihitung per satuan Rp 1.200 - Rp 1.500, dan usus Rp 15 ribu per kilogram," katanya. 

Dalam sehari, berjualan dari pukul 04.00 -08.00 WIB dan dari pukul 15.00-20.00 WIB, Latif bisa menjual 7 kuintal ayam.

"Tahun ini lebih ramai dari tahun lalu, tahun lalu turun 40 persen karena pandemi," katanya.

Penulis: Shania Septiana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved