Breaking News:

Lonjakan Calon Pemudik di Terminal Cicaheum Capai 50 Persen pada H-2 hingga H-1 Larangan Mudik

H-1 pemberlakuan aturan larangan mudik di Terminal Cicaheum terjadi pergeseran waktu keberangkatan bus dari sore dan malam hari menjadi pagi dan siang

Tribun Jabar/ Cipta Permana
Para calon pemudik tujuan AKAP memilih berangkat mudik pada H-1 guna mensiasati pemberlakuan aturan larangan mudik lebaran yang akan dimulai tengah malam nanti, di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021) 

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terminal Cicaheum Kota Bandung dipadati para calon pemudik tujuan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada H-1 pemberlakuan larangan mudik lebaran 1442 H yang ditetapkan pemerintah mulai 6-17 Mei 2021 atau dimulai tengah malam hari nanti.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto, mengatakan, pada H-1 pemberlakuan aturan larangan mudik di Terminal Cicaheum terjadi pergeseran waktu keberangkatan bus dari sore dan malam hari menjadi pagi dan siang hari.

Fenomena ini terjadi karena adanya kekhawatiran dari para pengelola dan awak PO Bus, termasuk calon penumpang akan diputarbalikkan perjalanannya karena terjadinya penjagaan oleh para petugas gabungan di kantung-kantung pos cek poin.

"Jadi beberapa waktu lalu, kami bersama para pengelola PO Bus menggelar musyawarah, dan dari kesepakatan mereka (PO Bus) bahwa akan dilakukannya pergeseran waktu keberangkatan guna mengantisipasi dilakukannya putar balik kendaraan di pos-pos cek poin, maka mereka yang biasa jadwal keberangkatannya sore dan malam hari menjadi pagi dan siang hari pada H-1 ini," ujarnya di Terminal Cicaheum, Rabu (5/5/2021).

Roni menuturkan, terkait lonjakan calon penumpang di Terminal Cicaheum, pihaknya sempat salah memprediksi, dimana beberapa hari lalu, prediksi lonjakan penumpang hanya akan terjadi 20 persen, seiring adanya aturan larangan mudik lebaran, namun ternyata sejak kemarin dan hari ini, terjadi lonjakan hingga 50 persen calon penumpang.

"Sejak dua hari lalu, hari Sabtu dan Minggu itu saya prediksi akan terjadi lonjakan sekitar 20 persen calon penumpang, tapi ternyata prediksi saya meleset, karena kemarin hingga hari ini ternyata terjadi penumpukan penumpang hingga 50 persen dari hari-hari biasa sebelumnya. Dimana pada hari-hari biasa di masa pandemi covid-19 ini sekitar 650 calon penumpang tujuan AKAP, sedangkan kemarin saja sudah mencapai 1.100an calon penumpang," ucapnya.

Baca juga: Kabupaten Bandung Tetapkan 8 Titik Penyekatan Jalan, 1300 Personel Diterjunkan, Berikut Lokasinya

Terkait jumlah armada bus yang beroperasi di Terminal Cicaheum, Roni menuturkan, sejak H-2 pemberlakuan aturan larangan mudik lebaran rata-rata 90-100 unit per hari.

Adapun rute terbanyak untuk AKAP dengan tujuan Purwokerto, Wonosobo, Semarang, dan Surabaya. Sedangkan untuk rute AKDP, dengan tujuan Tasikmalaya dan Banjar.

Disinggung pemberlakuan larangan beroperasi seluruh layanan transportasi pada masa larangan mudik lebaran, bagaimana kondisi di Terminal Cicaheum, Roni menjelaskan bahwa pihaknya akan menaati aturan dari Pemerintah Pusat sesuai dengan SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, maupun Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021, maka Terminal Cicaheum akan menghentikan layanan keberangkatan calon pemudik tujuan AKAP dan AKDP mulai 6-17 Mei 2021.

"Jadi mulai jam 00.00 WIB nanti, kami sudah tidak akan melayani keberangkatan calon pemudik di Terminal Cicaheum," ujar Roni.

Meski demikian, berdasarkan aturan pemerintah terkait adanya beberapa ketentuan pemberian layanan perjalanan transportasi yang dikecualikan yaitu, calon penumpang non mudik, atau penumpang dengan tujuan perjalanan dinas maupun kedaruratan kesehatan dengan dilengkapi sejumlah persyaratan izin perjalanan.

Baca juga: Cerita Pemudik dari Jakarta Menuju Brebes, Mudik di Malam Hari Demi Hindari Petugas Penyekatan

Dengan aturan tersebut, maka pihaknya akan tetap memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Jadi pemberian layanan keberangkatan yang tetap akan kami lakukan adalah, bagi
penumpang non mudik, misalnya penumpang yang melakukan perjalanan dinas, menengok orang meninggal atau pun orang sakit, dengan dilengkapi oleh surat izin tertentu, seperti surat izin keluar masuk wilayah Jawa Barat, surat keterangan negatif hasil pemeriksaan rapid tes antigen, tes PCR, atau GeNose C-19.

Kemudian bagi yang melakukan perjalanan dinas, harus dilengkapi oleh surat perintah dari atasannya, bagi ASN minimal dari pejabat eselon II, dan dengan ditandatangani cap basah oleh atasannya tersebut," katanya.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved