Breaking News:

Larangan Mudik, Seluruh Bus AKAP dan AKDP Berhenti Beroperasi kecuali di 2 Terminal Berikut Ini

Hanya, aktivitas bus AKAP dan AKDP hanya diperbolehkan di terminal Pulo Gebang dan Kalideres saja selama pelarangan mudik lebaran.

Editor: Ravianto
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
TERMINAL KALIDERES SEPI - Suasana sepi menyelimuti areal Terminal dalam Kota Kaliderest, Jakarta Barat, Jumat (8/5/2020). Keputusan menhub untuk kembali mengoperasikan angkutan dalam kota tak berpengaruh terhadap kenaikan jumlah penumpang. Kondisinya masih sepi, sejumlah sopir bahkan mengandangkan angkutannya, 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono memastikan seluruh aktivitas bus AKAP dan AKDP dihentikan selama larangan mudik lebaran yang dimulai pada 6-17 Mei 2021.

Aktivitas bus AKAP dan AKDP hanya diperbolehkan di terminal Pulo Gebang dan Terminal Bus Kalideres saja selama aturan larangan mudik lebaran 2021

"AKAP dan AKDP semua dihentikan kecuali di Pulo Gebang dan Kalideres. Namun, untuk antarprovinsi wilayah di Jabodetabek tetap diizinkan," kata Istiono dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Dijelaskan Istiono, nantinya hanya ada 3.000 bus yang diperbolehkan beroperasi di seluruh Indonesia selama pelarangan mudik ini. Bus ini nantinya diberikan stiker penanda khusus.

"Seluruh Indonesia bus yang kita berikan penandaan dengan stiker kita beri 3.000-an. Masih ada 3.000 bus yang akan melayani masyarakat di seluruh Indonesia. Kita harapkan penandaan ini mempermudah kepolisian untuk melakukan pengawasan," jelasnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Ciamis, Pengendara Motor Tewas di Jalur Mudik

Ia mengungkapkan bus ini bakal mengangkut penumpang yang masih diperbolehkan untuk melakukan perjalanan selama peniadaan mudik. Adapun persyaratan ini bakal diperiksa sebelum penumpang bus di terminal keberangkatan.

"Ada beberapa orang masih diperbolehkan melakukan perjalanan selama peniadaan mudik. Ada pegawai negeri, TNI-Polri untuk keperluan tugas. Ada juga masyarakat untuk kepentingan ada kematian, sakit dan sebagainya, termasuk ibu hamil," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Istiono, Polri juga telah mengusulkan agar masyarakat yang memiliki kepentingan khusus untuk menjalankan pemeriksaan tes Swab antigen maupun tes Genose-C19.

“Di sini dilakukan random tes kaitannya dengan Covid-19. Semua persyaratan dicapai, kemudian mereka baru bisa melakukan aktivitas,” tukasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved