Breaking News:

Disnaker Kota Sukabumi Sebut THR Lancar, Belum Ada Pengaduan

Memasuki hari ke-23 bulan Ramadan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi mengaku belum mendapatkan pengaduan.

Fauzi Novandi /Tribun Jabar
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Didin Syarifudin 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Memasuki hari ke-23 bulan Ramadan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi mengaku belum mendapatkan pengaduan dari masyarakat atau buruh terkait pemberian tunjangan hari raya (THR)

Hal tersebut diungapkan Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Didin Syarifudin, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (5/5/2021).

"Sepekan jelang Ramadan, hingga saat ini kami belum menerima pengaduan dari masyarakat dan buruh ataupun pihak perusahaan terkait permasalahan THR," kata Didin.

Belum adanya temuan atau laporan mengenai THR itu, kata dia, berarti pembagian THR di wilayah Kota Sukabumi berjalan dengan aman atau kondusif, karena sesuai aturan pembayaran THR itu dilakukan paling lambat dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Dalam peraturan, memang pembayaran THR tersebut paling telat dibayar pada H-7 menjelang peryaan hari raya Idul Fitri saat ini sudah H-8, semoga berjalan lancar,” katanya.

Ia mengatkan, berdasarkan informasi yang diperoleh sejumlah perusahaan sudah memberikan THR sesuai dengan aturan. Sehingga tidak ada laporan ke Dinas Tenaga Kerja.

Baca juga: HORE, THR bagi ASN dan THL di Purwakarta Bakal Cair H-5 Lebaran

"Bahkan dua hari lalu saya, kemarin melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan, dan bahkan di salah satu perusahan apparel, pembagian berjalan dengan THR lancar," katanya.

Dia menambahkan, apabila ada perusahaan yang tidak mampu membayar THR kepada karyawannya, dipersilakan datang untuk konsultasi dan bisa difasilitasi untuk melakukan bipartit antara perusahaan dengan karyawannya.

Baca juga: Keputusan Salat Id di Kota Tasikmalaya Masih Menunggu Hasil Evaluasi Status Terakhir

"Dengan begitu akan diketahui alasan perusahaan tersebut tidak dapat membayar THR bagi karyawannya, serta dapat ditemukan kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan," ucapnya. (*)

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved