Ramadan 1442 H

Baca Doa ini di 10 Malam Terakhir Ramadan Lailatul Qadar Beserta Terjemahannya, Berikut Keutamaannya

Selama 10 malam terakhir Ramadan, sahabat muslim sangat dianjurkan memperbanyak doa. Satu di antaranya adalah doa berikut ini

Editor: Hilda Rubiah
muslimah.co.id
Ilustrasi: Malam Lailatul Qadar 

Dalam ayat di atas Malaikat Jibril disebut 'Ar Ruuh' artinya dispesialkan menunjukkan kemuliaan dan keutamaan.

Turunnya malaikat pada Malam Lailatul Qadar artinya bahwa banyaknya keberkahan pada malam tersebut.

Turunnya para malaikat termasuk Malaikat Jibril menandakan turunnya berkah dan rahmat Allah SWT.

Malaikat akan turun dan melihat mukminin yang membacakan Al Quran.

Kemudian para malaikat pun akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis zikir dan ilmu.

Para malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu. (Tafsir Al Quran Surat Al ‘Azhim, 14: 407)

Baca juga: Doa Rasulullah SAW saat Nuzulul Quran, Laksanakan Amalan untuk Peringati Peristiwa Turunnya Al Quran

Ramadan Bulan Kesempatan untuk Bertaubat

Ramadan merupakan satu di antara bulan yang mulia, bulan kesempatan untuk bertaubat.

Dikutip dari eramuslim.com, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَمَضَانَ
شَهْرٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صِيَامَهُ وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ
فَمَنْ صَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Bersabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya Ramadan adalah bulan di mana Allah ta’aala wajibkan berpuasa dan aku sunahkan kaum muslimin menegakkan (salat malam).

Barangsiapa berpuasa dengan iman dan dan mengharap ke-Ridhaan Allah ta’aala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya." (HR Ahmad 1596)

Dari hadis di atas barangsiapa yang bersungguh-sungguh berpuasa di bulan ini, Allah SWT akan mengampuni segenap dosanya.

Ia diumpamakan seperti bayi yang dilahirkan dari ibunya, artinya kembali suci tanpa dosa.

Tentu ini merupakan kesempatan bagi umat muslim yang tak boleh dilewatkan.

Oleh sebab itu, Allah SWT memberikan berkah di bulan Ramadan.

Umat muslim dapat mengerjakan segala kebaikan dan amalan di bulan mulia ini.

Tak lain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bertawakkal dan bertaubat.

Seperti diketahui ibadah puasa Ramadan ditujukkan untuk membentuk diri dan kembali pada Allah SWT.

Kembali pada Allah SWT yang dimaksud berarti adalah dengan bertaubat.

Dikutip dari muslim.or.id, Ibnu Taimiyyah menjelaskan taubat terdiri dari dua macam.

Dua di antaranya yakni taubat wajib dan taubat sunah.

Taubat wajib merupakan taubat karena meninggalkan suatu perintah atau melakukan suatu larangan.

Sementara taubat sunah adalah taubat karena meninggalkan perkara yang sunah dan melakukan yang makruh.

Kiranya tak ada seorangpun manusia yang tak luput dari kesalahan dan dosa yang membebaninya.

Setiap hari mungkin saja dosa dan kesalahan dikerjakan baik sadar maupun tidak sadar.

Oleh sebab itu berada di bulan Ramadan inilah kesempatan umat muslim untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sesungguhnya Allah SWT akan mengampuni segala dosa umatnya kecuali dosa syirik , sebagaimana berfirman dalam Surat An-Nisaa ayat 48,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Artinya:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya."

Allah SWT juga berfirman dalam Al Quran Surat Az Zumar: 53).

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Begitu banyak rahmat yang Allah SWT berikan untuk umat manusia agar kembali pada-Nya (bertaubat).

Baca juga: Doa dan Dzikir Dibaca Rasulullah SAW Membuka Pintu Rezeki dan Taubat, Dibaca Setelah Sholat Dhuha

Taubat Nasuha

Untuk bertaubat sebaiknya dilakukan dengan bersungguh-sungguh.

Sebagaimana kutipan firman Allah SWT dalam Al Quran Surat At Tahrim: 8.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)..."

Dikutip dari wahdah.or.id, ada 6 syarat yang dipenui untuk melakukan taubat yang benar dan tulus.

1. Ikhlas kepada Allah SWT

Bertaubat yang dilakukan semata-mata karena mengharapkan ridha Allah SWT.

2. Taubat di waktu yang tepat

Sebaiknya bertaubat dilakukan pada waktu yang memungkinkan untuk dikabulkannya taubat.

Di antaranya sebelum matahari terbit dari arah barat, bahkan sebelum nyawa sampai di kerongkongan, karena Allah akan menerima taubat seorang hamba selama dia belum ghar-ghaah (sekarat).

3. Meninggalkan dosa, dan tidak benar jika seorang hamba mengaku bertaubat tetapi ia tetap dalam kemaksiatannya.

4. Menyesali dosa yang telah lalu

5. Ber’azam (tekad) untuk tidak mengulangi dosa.

6. Jika suatu dosa berhubungan dengan hak makhluk maka wajib mengembalikan hak tersebut kepada pemiliknya, meminta kehalalan dari mereka, berupa harta atau kehormatan atau yang lainnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved