Breaking News:

Wanita Pengirim Sate Beracun

Ayah Pengirim Sate Beracun Syok Tahu Anak Terancam Hukuman Mati, Ingin ke Bantul Tapi Terkendala Ini

Maman syok saat tahu Nani Apriliani terancam hukuman mati. Ia ingin ke Bantul, tapi terkendala hal ini.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Rumah Nani Apriliani dalam keadaan kosong, Rabu (5/5/2021). Sang ayah, Maman tak ada di tempat 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Ayah Nani Apriliani Nurjaman wanita pengirim sate beracun, Maman (45), kini kondisinya syok.

Ia sangat kaget begitu mengetahui anaknya terancam hukuman mati.

Nani yang menjadi tersangka pengirim takjil sate berisi racun sianida yang menewaskan bocah 10 tahun anak driver ojek online (ojol) memang terancam hukuman mati.

Keluarga Nani di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berharap hukuman kepada Nani sedikit diringankan.

Hal itu disampaikan langsung Rendy Riana selaku Kepala Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah yang mewakili pihak keluarga Nani.

"Saya mewakili pihak keluarga, berharap kepada keluarga korban agar ada kebaikan untuk sedikit meringankan hukuman Nani. Memang tidak dipungkiri kalau Nani ini memang salah," ujar Rendy saat diwawancarai, Rabu (5/5/2021).

Rendy mengambahkan, saat mengetahui kasus yang menjerat Nani Apriliani Nurjaman di Bantul, DIY pada Senin sore kemarin, keluarga, khususnya ayah Nani yakni Maman (45) langsung syok berat bahkan menangis.

"Begitu tahu ancamannya hukuman mati, keluarga terutama Pak Maman ayahnya ini syok banget. Sampai sekarang juga dia masih syok, makanya saya yang mewakili keluarga untuk bicara," ucapnya.

Ia juga mengetakan, keluarga Nani sebenarnya ingin pergi ke Bantul menjenguk anaknya itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved