Breaking News:

2000 WNA Positif Covid meski Punya Surat Negatif, Ridwan Kamil Sebut Jabar Akan Cek Orang Asing

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap warga negara asing di Jawa Barat

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap warga negara asing di Jawa Barat karena berpotensi membawa virus dan mutasi virus Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap warga negara asing di Jawa Barat karena berpotensi membawa virus dan mutasi virus Covid-19.

Gubernur mengatakan, hal tersebut telah dikemukakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, yang menyatakan sekitar dua ribuan warga negara asing di Indonesia dinyatakan positif Covid-19 walaupun mengantongi surat yang menyatakan bahwa mereka negatif Covid-19.

"Kami harus melakukan pengecekan terhadap orang-orang asing yang keluar-masuk karena potensi membawa mutasi virus, sudah terbukti dari laporan Pak Doni Monardo dalam hari-hari kemarin, itu ada dua ribuan orang asing yang ternyata positif Covid-19 padahal membawa surat negatif," kata Gubernur seusai menjadi inspektur upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Gubernur mengatakan, dengan demikian, terbukti bahwa walaupun sudah memiliki surat pengetesan Covid-19 yang menyatakan negatif, peluang untuk tertular Covid-19 tetap ada.

"Artinya surat perjalanan yang menyatakan negatif tidak selalu realitanya adalah negatif juga. Jawa Barat juga selalu melihat setiap ada jelang libur panjang, kenaikan kasus pasti naik, seperti Singapura hari ini ada kenaikan, seluruh Indonesia itu 2 persen, dulu tahun lalu kenaikan di atas 90 persen," katanya.

Baca juga: Zona Hijau Cianjur Selatan Jebol oleh Covid-19, Satgas Dapat Data ada Warga Jakarta yang Berkunjung

Pemerintah mengungkapkan ada lebih dari dua ribu orang yang positif Covid-19 dan masuk ke Indonesia, meskipun mereka telah mengantongi dokumen negatif Covid-19.

Kasus Covid-19 impor ini ini berasal dari warga negara asing dan pekerja migran. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam rapat mingguan Satgas Covid-19, Minggu (2/4/2021).

Baca juga: Warga di Wilayah Zona Merah dan Zona Oranye Wajib Salat Ied di Rumah Masing-masing

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved