Penumpang Kereta Api Membludak di Stadiun Kiaracondong, Petugas Tampak Kewalahan Atur Antrean
Petugas Stasiun Kiaracondong harus berjibaku mengatur antrean penumpang kereta api yang hendak mudik pada Selasa (4/5/2021).
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Petugas Stasiun Kiaracondong harus berjibaku mengatur antrean penumpang kereta api yang hendak mudik pada Selasa (4/5/2021).
Para penumpang tersebut hendak mudik ke Yogyakarta (Stasiun Lempuyangan), Jawa Tengah, dan Jawa Timur (di Stasiun Blitar) dengan jadwal keberangkatan pukul 22.00 dan pukul 23.00.
Pemudik ini mulai membludak sejak sore tadi dan semakin banyak hingga malam hari. Sebelum menukarkan tiket, mereka harus menjalani tes Genose. Antrean panjang ini terjadi juga saat penumpang hendak tes Genose. Meja tes Genose ini ada tiga.
Narizal, petugas Stasiun Kiaracondong, tampak kewalahan mengatur antrean karena penumpang tidak menjaga jarak meskipun mereka mengenakan masker.
"Dijaga jarak antreannya. Jika antreannya masih jauh tunggu di belakang," ucap Narizal melalui pengeras suara.
Baca juga: Stasiun Kiaracondong Dipadati Pemudik Malam Ini, Antre Hingga Luar, Hindari Larangan Mudik Berlaku
Bukan sekali ia memperingatkan calon penumpang untuk menjaga jarak supaya tidak terjadi kerumunan.
"Tolong jangan berkerumun, jaga jaraknya. Yang nomor antreannya sudah dekat silakan masuk, antre dan harus jaga jarak," ucapnya.
Sementara itu, saat tes Genose, calon penumpang harus meniupkam udara ke sebuah plastik kemudian diserahkan ke petugas.
Biaya tes Genose mencapai Rp 30 ribu. Hingga pukul 22.00, antrean tes Genose sudah mencapai 700-an lebih.
Pemudik yang membawa anak tampak harus menggendong anaknya menuju meja tes Genose, setelah mengantre cukup lama.
"Saya mau pulang ke orangtua di Blitar. Bawa anak, suami enggak mudik. Jadi saya sama anak yang mudik," ucap Saleha (45) yang tampak menggendong anaknya yang berusia 4 tahun.
Ada pemudik bernama Prasetyo Sasongko (30), pekerja swasta yang ambil cuti penuh dan pulang ke Purwokerto lewat Stasiun Kutoarjo.
"Orangtua saya sakit, kalau enggak mudik sekarang khawatir saja sama orangtua," ucap Prasetyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/penumpang-kereta-api-mengantre-untuk-tes-genose-di-stasiun-kiaracondong-kota-bandung.jpg)