Breaking News:

Jelang Lebaran, Pusat Perbelanjaan di Sukabumi Dipadati Warga, Pengelola Usaha Diingatkan Wali Kota

Jelang lebaran pusat perbelanjaan di Sukabumi dipadati warga yang ingin membeli berbagai kebutuhan lebaran

Tribun Jabar
ilustrasi pusat perbelanjaan-Jelang lebaran pusat perbelanjaan di Sukabumi dipadati warga yang ingin membeli berbagai kebutuhan lebaran 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Acmad Fahmi meminta pengelola usaha perbelanjaan seperti toko pakaian, dan ritel untuk memberlakukan protokol kesehatan, agar tidak terjadi kerumanan.

Biberitakan sebelumnya, memasuki hari ke 20 bulan ramadan sejumlah pusat perbelajaan di Kota Sukabumi mulai dipadati masyarakat untuk memenui kebutuhan Idul Fitri 1442.

"Dalam dua hari terakhir ini, berdasarkan pantauan sejumlah pusat perbelanjaan mulai dipadati warga untuk memenuhi segala butuh untuk ramadan maupun lebaran nanti," kata Fahmi di Balai Kota, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Pusat Perbelanjaan Ramai di Majalengka, Anggota DPRD Ini Pertanyakan Komitmen Pemerintah

Disaat pandemi seperti ini, kata dia, adanya kepadatan dipusat perbelajaan itu, berarti tingkat keperekonomian di Kota Sukabumi sudah mulai kembali normal.

Namun disisi lain hal tersebut dikhawatirkan tingkat kasus akan bertamabah.

"Oleh karena itu, kami meminta semua pengelola usai dari berbagai bidang, untuk benar - benar menerapkan protokol kesehatan, seperti membatasi pengunjung yang disesuaikan dengan kapasitasnya." jelasnya.

Selain itu, Fahmi mengatakan, gugus tugas bersama Polres Sukabumi Kota sudah melakukan imbauan dan edukasi pada pemilik atau pengelola usaha, untuk menerapkan protokol pesehatan.

Baca juga: Pusat Perbelanjaan di Kota Sukabumi Dipadati Pengunjung, Banyak yang Langgar Prokes, Tak Ada Petugas

"Memang sulit juga ya, untuk mengatur masyrakat agar benar - benar patuh dan menataati prokol kesehatan saat beraktifitas, oleh karena itu kami meminta bantuan pada pihak Kepolisian," katanya.

Dirinya menambahkan, terkait sanksi yang akan diberikan pada pengelola usaha yang tidak menjalankan protokol kesehatan, hingga saat ini belum ada.

Namun hanya akan diberikan peringatan berupa teguran dan mengedukasinya.

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved