Breaking News:

Ipda Sunardi Selalu Makan Sahur di Check Point, Kadang-kadang Emosi Terpancing Ulah Sopir & Pemudik

"Ya, saya makan sahur sejak tanggal 26 April, pas mulai jaga di lokasi check point ini saja," kata Ipda Sunardi kepada Tribun Cirebon.com, Selasa

Istimewa
Petugas check point di Tugu Ikan di Desa Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN- Sejumlah petugas check point di Tugu Ikan di Desa Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat, terpaksa makan sahur di lokasi penyekatan jalur mudik.

Satu di antara mereka adalah Ipda Sunardi, anggota Polsek Cilimus. Selama dua pekan terakhir, ia makan sahur di check point di Tugu Ikan.

"Ya, saya makan sahur sejak tanggal 26 April, pas mulai jaga di lokasi check point ini saja," kata Ipda Sunardi kepada Tribun Cirebon.com, Selasa, (4/5/2021).

Selama melaksanakan tugasnya, ia mengaku tidak jarang terpancing emosi saat memeriksa warga yang hendak pulang kampung.

"Yang namanya manusia, emosi ada ya. Namun, bagaimana mungkin, sebagai polisi harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan atau dikenal humanis," ujarnya.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik, Travel Gelap dan Pemudik Negosiasi di Warung, Rp 3 Juta Demi Pemalang-Lampung

Ipda Sunardi mengaku sempat dibuat tak karuan oleh para pengemudi, terutama mereka yang bersama pemudik berusaha mengelabui petugas. 

Menurutnya, ada sejumlah pemudik yang menumpang mobil bak terbuka, tapi ditutupi.  Ada juga pemudik yang naik mobil boks.

"Macam-macam kejadian saat melakukan pemeriksaan, kita sering dikelabui dengan kemasan unit mobil. Kemarin,ada truk ditutup terpal dan tahunya ada penumpang. Nah, mobil boks yang tak tertutup rapi itu pasti kena pemeriksaan ketat," katanya.

Saat bertugas di check point, Ipda Sunardi mengaku mememeriksa kendaraan sampai lebih dari tiga jam.

"Kalau kendaraan padat itu membuat kami harus berdiri berjam-jam, tapi soal penjagaan itu gimana tingkat arus lalu lintas yang masuk daerah saja," katanya.

Menurutnya, selama bertugas di Tugu Ikan, ada empat bajaj yang dipersilakan melintas.

"Kemarin ada empat bajaj kami persilakan pulang kampung. Alasan diberikan itu melihat pengemudi dan penumpangnya sudah lemas dan jika diputar balik, khawatir terancam keselamatannya. Apalagi mereka jalan itu sudah menghabiskan sekitar 12 jam," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved