Breaking News:

Ini Sanksi yang Diterapkan Bagi Warga yang Nekat Mudik, Berlaku Mulai 6 Mei 2021

Bila pemudik nekat menggunakan jasa travel gelap atau pengendara menawarkan jasa tersebut, maka akan mendapat sanksi ini.

Editor: Seli Andina Miranti
Biro Adpim Jabar
Simulasi penyekatan pemudik di Pintu Tol Palimanan, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - Untuk mencegah penyebaran Virus Corona, Pemerintah menerapkan larangan mudik lebaran untuk lebaran 2021.

Larangan mudik lebaran tersebut diterapkan mulai 6-17 Mei 2021.

Untuk menjaga penerapan larangan mudik, Korlantas Polri pun emnggelar berbagai pos penyekatan di beberapa wilayah untuk mencegah kendaraan motor ang ingin melintas, dari lewat jalan utama hingga jalur tikus.

Dilansir dari Kompas.com, laranga mudik tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Bila ada warga yang masih nekat melakukan mudik, pengendara bakal diminta untuk putar balik oleh petugas di lapangan.

Tapi untuk orang dalam keadaan darurat, bisa menyertai surat tugas maupun keterangan terkait sesuai ketentuan.

"Pada kasus tertentu, petugas bisa melakukan tindakan hukum ataupun penilangan," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo belum lama ini.

Baca juga: Dishub Jabar Cermati Modus-modus di Masa Larangan Mudik, Ini Yang Dikecualikan Bisa Lolos Penyekatan

Kasus tertentu dimaksud ialah pemudik menggunakan jasa travel gelap atau pengendara menawarkan jasa tersebut.

Mereka akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 308 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009. Pada aturan itu, disebutkan bahwa pengemudi kendaraan yang tidak memiliki izin angkutan orang dalam trayek atau izin angkutan orang tidak dalam trayek terancam pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Sementara bila ada warga yang lolos dari penyekatan atau pengawasan, pemudik wajib dikarantina selama 5 hari di kampung halaman, seperti dikatakan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Stiyadi.

"Kalau ada yang lolos atau di luar pengamatan karena lewat jalan tikus dan sebagainya, lalu sampai ke daerah, itu ada kewajiban untuk karantina 5 hari di daerah masing-masing," ucapnya.

Ia bilang, wajib karantina merupakan ketentuan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19. Hal itu tertuang dalam SE Nomor 13 Tahun 2021.

Baca juga: Situasi Terminal Cicaheum Bandung Malam Ini, Banyak Warga Mudik ke Jateng dan Jatim, Hindari 6 Mei

Budi mengatakan, karantina wajib bagi pemudik yang nekat ini akan dilakukan oleh gugus tugas Covid-19 di daerah. Oleh sebab itu pihaknya terus melakukan sosialisasi pada pemerintah daerah.

"Kami lakukan rakor untuk menyamakan persepsi mengenai SE 13, bahwa ada kewajiban melakukan isolasi 5 hari (bagi pemudik yang lolos), ini sudah dipahami gubernur, walikota, bupati yang akan laksanakan di lapangan," kata Budi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berlaku 6 Mei 2021, Ini Sanksi untuk Warga yang Nekat Mudik

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved