Breaking News:

Soal Kerumunan di Pasar Baru dan Mal Kepatihan, Kepala Disdagin: ''Kami Kecolongan''

Pemerintah Kota Bandung mengaku kecolongan dengan membeludaknya masyarakat yang berbelanja ke sejumlah pusat perbelanjaan.

tribunjabar.id/nazmi abdurahman
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah, mengaku kecolongan sehingga tidak mengantisipasi kerumunan yang terjadi di pusat perbelanjaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mengaku kecolongan dengan membeludaknya masyarakat yang berbelanja ke sejumlah pusat perbelanjaan, seperti mal dan Pasar Baru pada akhir pekan kemarin.

Minggu, 2 Mei 2021, sejumlah pusat perbelanjaan seperti Yogya Kepatihan dan Pasar Baru dipadati masyarakat yang belanja kebutuhan Lebaran.

Akibatnya, terjadi kerumunan dan pengabaian protokol kesehatan.

Baca juga: Oded Anggap Kerumunan di Pasar Baru Wajar, Namanya Mau Lebaran

Baca juga: Orang Sudah Beli Baju untuk Lebaran, Pengunjung Pasar Baru Meningkat, Toko Ini Masih Sepi Pembeli

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah, mengakui pada Sabtu-Minggu kemarin pihaknya kecolongan sehingga tidak mengantisipasi kerumunan yang terjadi.

"Jadi memang tidak terantisipasi kemarin itu kejadiannya. Mereka (pengelola) kaget (pembeli) membeludak, karena awal bulan baru gajian, ada yang baru dapat THR juga dan pas hari libur, makanya diserbu oleh warga luar Kota Bandung, orang-orang pada pengen belanja," ujar Elly, saat dihubungi, Senin (3/5/2021).

Elly mengaku sudah meminta kepada PD Pasar selalu manajemen operasional yang mengelola Pasar Baru serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) agar lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Kami lakukan koordinasi dengan memberikan arahan kepada Ketua APPBI untuk disampaikan kepada para GM mal se-Kota Bandung, juga para pimpinan ritel dengan Aprindo, agar menerapkan prokes yang sangat ketat," katanya.

kawasan Pasar Baru di Jalan Oto Iskandardinata (Otista) Kota Bandung, Senin (28/9/2020)
kawasan Pasar Baru di Jalan Oto Iskandardinata (Otista) Kota Bandung, Senin (28/9/2020) (Tribun Jabar/ Mega Nugraha)

Jika sudah diingatkan masih melanggar, ujar Elly, pihaknya bakal merekomendasikan pemberian sanksi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar izin usahanya ditutup selama dua pekan.

"Tahun ini mal buka jelang Lebaran, jadi ada upaya selaku pembina, mencoba dulu dengan memberikan arahan langsung ke lapangan."

"Jadi tidak langsung (sanksi) mereka juga kaget dengan animo kemarin itu, harus ada upaya dari manejemen agar tidak terjadi kembali seperti kemarin," ucapnya.

"Analisis kami, Sabtu-Minggu kemarin puncak belanja warga baik dalam Kota Bandung maupun luar Kota Bandung karena memang banyak warga luar Kota Bandung yang nyerbu ke mal dan ritel di Kota Bandung."

"Mungkin ada kaitannya dengan penyekatan jalan tanggal 6 Mei, Sabtu-Minggu kemarin di luar dugaan kami," ucapnya. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved