Breaking News:

Program JKN-KIS, Sebagai Harapan Bagi Masa Depan Anak Penyandang Thalasemia

Pengalaman jatuh bangun untuk biaya pengobatan anaknya sudah dialami oleh Hasanah (51) salah seorang warga Kp. Neglasari, Baleendah, Kabupaten Bandung

Istimewa
Narasumber : Hasanah (51) 

TRIBUNJABAR.ID - Soreang, Jamkesnews - Pengalaman jatuh bangun untuk biaya pengobatan anaknya sudah dialami oleh Hasanah (51) salah seorang warga Kp. Neglasari, Baleendah, Kabupaten Bandung. Pasalnya anaknya yang bernama Dimas Catur Wibowo (11) tengah divonis thalasemia, sebuah penyakit langka yang diderita kurang dari 150 ribu kasus per tahun di Indonesia. Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

“Awal mulanya saya mengira anak saya yang berusia 19 bulan saat itu sakit demam biasa. Namun demamnya tak sembuh-sembuh, suhu tubuhnya tinggi dan tubuhnya gemetar menggigil. Akhirnya saya bawa ke Dokter untuk diperiksa lebih lanjut, dan akhirnya dokter memvonis bahwa anak saya menderita penyakit thalassemia, saya merasa kaget dan sedih karena putra kami yang masih kecil harus berjuang melawan penyakit ini,” tuturnya saat dijumpai Tim Jamkesnews, Senin (26/04).

Awalnya Hasanah juga bingung dari mana mendapatkan dana untuk membiayai pengobatan, pasalnya pengobatan untuk penyakit thalassemia tidaklah sedikit dikarenakan penyandang penyakit ini memerlukan transfusi darah setiap 1 bulan sekali dan harus mengonsumsi beberapa obat yang harus diminum setiap hari.

"Ya pastinya waktu itu kami langsung memikirkan segala biaya yang tidak sedikit untuk perawatan anak kami. Tapi sekarang Alhamdulillah sejak adanya Program JKN-KIS seluruh biaya semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan," ungkapnya.

Hasanah telah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak pertama adanya program tersebut. Saat ini, ia dan keluarganya terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) di kelas 2 dan ia selalu membawa anaknya untuk melakukan pengobatan di Rumah Sakit Al-Ihsan Baleendah, Bandung. 

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih dengan adanya Program JKN-KIS, bila tidak, apa jadinya saya dan anak, karena sekali berobat bisa menghabiskan sampai jutaan rupiah perbulan. Saya juga merasa meskipun daftar di kelas 2, pelayanan yang saya dapatkan sama saja dengan yang lainnya, tidak ada pilih kasih. Selama pengobatan menggunakan kartu JKN-KIS, saya tidak pernah diminta membayar untuk biaya fasilitas kesehatan,” lanjutnya.

Di penghujung perbincangan, Hasanah menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat Indonesia segera mendaftar sebagai Program JKN-KIS agar tidak bingung apabila tiba-tiba tervonis penyakit seperti yang dialami anaknya atau penyakit yang memerlukan biaya tinggi. Setidaknya apabila sudah terdaftar, biaya pengobatan bukan lagi menjadi halangan lagi untuk berobat. Selain itu kita juga bisa membantu sesama dengan bergotong royong menanggung biaya pengobatan peserta yang lainnya.

“Terima kasih untuk Rumah Sakit Al-Ihsan yang pelayanannya sangat baik dan BPJS Kesehatan yang telah menjamin seluruh biaya pengobatan anak saya hingga saat ini dan seterusnya nanti dan saya berharap agar pelayanan seperti ini tetap terus berjalan menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (BS/hs)

Editor: bisnistribunjabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved