Breaking News:

PKS Jabar Takut Kadernya Membelot ke Partai Ummat Bikinan Amien? Ini Kata Ketua DPW Haru Suandharu

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, Haru Suandharu, menyambut positif hadirnya Partai Ummat yang didirikan Amien Rais.

istimewa
Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, Haru Suandharu, menilai positif kehadiran Partai Ummat. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, Haru Suandharu, menyambut positif hadirnya Partai Ummat yang didirikan Amien Rais.

Setelah dideklarasikan, Partai Ummat terus bergerak cepat guna mengesahkan diri sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan guna meramaikan pesta demokrasi Pemilu 2024.

Salah satu upaya yang akan dilakukan, yaitu pembentukan struktur pengurus partai di tingkat DPW Ummat Provinsi Jawa Barat pada pekan depan.

Haru Suandharu menganggap hadirnya Partai Ummat akan berbanding lurus dengan semakin besarnya harapan masyarakat untuk terus membangun Indonesia menjadi lebih baik.

"Dengan pembentukan Partai Ummat ini, kami (PKS) menilai positif dan baik-baik saja, karena dengan hadirnya partai baru ini, harapan masyarakat untuk ikut serta membangun Indonesia menjadi lebih besar lagi," ujar Haru saat dihubungi melalui telepon, Minggu (2/5/2021).

Haru menuturkan, akan dibentuknya stuktur kepengurusan di DPW Partai Ummat Jawa Barattidak akan menjadi sebuah gangguan atau potensi mengganggu stabilitas bagi partai politik yang lebih dulu berdiri dan besar di Jawa Barat, termasuk PKS

Terlebih, lanjutnya, setiap partai politik memiliki mekanisme aturan dan segmentasi pasar calon pemilihnya masing-masing. sehingga, ia meyakini Partai Ummat akan melakukan segala upaya untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan caranya sendiri.

Baca juga: Organisasi-organisasi Islam dan Beberapa Kelompok Di Kabupaten Bandung Mulai Merapat Ke Partai Ummat

"Jadi kami sih positif saja dengan terbentuknya Partai Ummat ini," ucapnya.

Disinggung terkait kekhawatiran akan munculnya kader PKS yang berpindah ke Partai Ummat, seperti halnya para kader partai lain yang memilih menyeberang, Haru mengaku belum mengetahui maupun mendengar terkait ada kader PKS yang pindah ke Partai Ummat.

Namun, baginya, perpindahan kader ke suatu partai merupakan hal biasa, karena berkaitan dengan hak pribadi masing-masing.

Apalagi, partai politik merupakan simbol demokrasi, sehingga setiap individu atau kader memiliki keyakinannya untuk tetap bertahan bersama partai lama atau memilih membangun hal baru bersama partai baru.

Baca juga: Partai Ummat Kota Cimahi Punya Visi Melawan Kezaliman dan Menegakkan Keadilan

"Kalau dari kader PKS yang ikutan gitu (menyeberang) ke Partai Ummat sampai sekarang saya belum dengar ya. Jadi kalau ditanya upaya membentengi loyalitas kader, gimana ya, soalnya bentengi orang mah da susah. Setiap orang itu merdeka, mau partai manapun yang dia pilih, itu hak dan pilihan masing-masing," ujar Haru. 

Ia menambahkan, setiap pembentukan partai politik harus melalui mekanisme persyaratan dan proses verifikasi sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalan undang-undang. Dengan demikian maka ia berharap, Partai Ummat dapat melalui seluruh tahapan tersebut dengan baik.

"Kembali kami (PKS) bersikap positif saja pada Partai Ummat ini, semoga lancar dan sukses pembentukannya. Bahkan bila nanti bertemu dalam Pemilu 2024, Partai Ummat dapat menjadi salah satu pesaing yang diharapkan dapat berkompetisi secara sehat," katanya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved