Breaking News:

Guru Lumpuh Setelah Divaksin

Apa Itu Penyakit GBS? Penyakit yang Disebut Diidap Guru Susan di Sukabumi yang Lumpuh usai Divaksin

GBS atau Guillain Barre Syndrom merupakan salah satu penyakit langka yang disebabkan karena autoimun menyerang saraf tepi.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Seorang guru di SMAN 1 Cisolok bernama Susan Antela (31) alami kebutaan seusai divaksin Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID - Guru Susan Antela (31) asal Kampung Pasir Talaga RT 03 RW 06 , Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kelumpuhan dan tidak bisa melihat usai divaksin.

Keluarga guru Susan kini sudah mendapat kabar nama penyakit yang diderita guru muda tersebut.

"Ada (kabar dari KIPI), iya GBS (Guillain Barre Syndrome)," ujar paman Susan, Opi S (43) via telepon, Senin (3/5/2021).

Apa Itu GBS?

GBS atau Guillain Barre Syndrom merupakan salah satu penyakit langka yang disebabkan karena autoimun menyerang saraf tepi.

Dilansir dari Kompas.com, gejala khas dari penyakit GBS adalah kelumpuhan pada kedua sisi tubuh yang menjalar ke atas dari bagian kaki hingga sering kali ke otot mata.

Sementara itu, dilansir dari ninds.nih.gov, penyakit Guillain Barre Syndrome ini dapat berkisar dari gejala yang sangat ringan hingga sangat berat, misalnya kelumpuhan hingga tidak dapat bernafas sendiri.

GBS terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh itu sendiri.

Baca juga: Guru di Cisolok Sukabumi Lumpuh Usai Divaksin, Keluarga Dapat Kabar Penyakit Ini yang Dialami Susan

Diperkirakan, dalam beberapa kasus, serangan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri dimulai saat sistem kekebalan tubuh itu melawan infeksi atau zat kimia dalam bakteri dan virus yang mirip sel saraf.

Kemudian, sel saraf tersebut justru menjadi target serangan sistem kekebalan tubuh.

Gejala lainnya selain kelumpuhan adalah :

  • kesulitan menelan
  • kesulitan bernafas
  • kesulitan bicarra
  • gangguan pencernaan
  • gangguan pengelihatan
  • tekanan darah tinggi
  • ketidakteraturan irama jantung

Baca juga: Guru Susan Tak Bisa Lihat dan Jalan Usai Divaksin, Ini yang Dirasakannya Usai Suntik Vaksin

Intensitas gejala ini dapat meningkat dalam waktu beberapa jam, hari, atau minggu sampai ototo tertentu sama sekali tidak dapat digunakan.

Dalam beberapa kasus, gangguan dari GBS dapat mengancam nyawa.

Penyebab pasti GBS hingga saat ini belum diketahui. Peneliti menyebut, penyakit ini hanya menyerang beberapa orang.

Penyakit ini pun tidak menular juga tidak diwariskan.

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved