Breaking News:

Reaksi 7 Pasangan Bukan Suami Istri di Sumedang yang Kepergok Satpol PP Sedang Ngamar di Hotel

Mereka nekat ngamar berduan saat bulan Ramadan hingga akhirnya diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Sumedang

istimewa
razia kos-kosan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak tujuh pasangan bukan suami istri di Kabupaten Sumedang panik saat terjaring razia oleh Satpol PP karena mereka kepergok sedang ngamar berduaan di dalam sebuah hotel, pada Sabtu (1/5/2021) malam.

Pasalnya, mereka nekat ngamar berduan saat bulan Ramadan hingga akhirnya diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Sumedang karena mereka diduga akan melakukan perbuatan mesum.

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Sumedang, Yan Mahal Rizzal, mengatakan, dalam razia itu pihaknya melibatkan 8 pejabat fungsional Satpol PP, 8 Anggota Tim Kelongwewe Bidang PPUD, dan 9 anggota Bidang Tibum Tranmas.

"Jadi ada kepanikan dari mereka (pasangan bukan suami istri) terkait kedatangan dari tim operasi praja wibawa," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (2/5/2021).

Selain itu, kata Rizzal ada juga beberapa pasangan yang tampaknya merasa kaget dan malu atas perbuatannya hingga mereka sempat melontarkan berbagai macam alasan saat diintrogasi oleh petugas.

Seperti diketahui, ketujuh pasangan bukan suami istri tersebut, yakni E (28) dan EW (23), CA (27) dan R (24), AS (23) dan FR (22), RCB (24) dan RA (21), HMP (15) dan AP (16), AA (21) dan DA (18), sedangkan satu pasangan lagi ngamar di kosan yakni, RAS (24) dan RSS (25).

"Tapi akhirnya mereka juga menyadari perbuatannya (bersalah). Mudah-mudahan tidak mengulanginya lagi, terutama untuk di daerah Kabupaten Sumedang," kata Rizzal.

Baca juga: Ketahuan Ngamar di Hotel Saat Ramadan, Satu Kamar Dua Pasangan, Ngaku Hanya Lakukan Ini

Setelah adanya temuan pasangan bukan suami istri ini, kata Rizzal pihaknya akan segera memanggil pemilik hotel dan akan meminta agar lebih selektif dalam menerima tamu, terutama pasangan bukan suami istri.

Ia mengatakan, hal itu harus dipatuhi pemilik hotel karena ada hubungannya dengan Perbup Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggar Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan PSBB dan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Penanganan Covid-19.

"Kami mengimbau kepada para pengusaha hotel dan penginapan untuk mematuhi aturan karena selama bulan Ramadan ini ada ketentuan yang dihubugkan dengan Perbup Nomor 5," ucapnya.

Baca juga: Pasangan Suami Istri Ini Kompak Akui Menyesal, Terlibat Prostitusi Online di Lingkungan Keluarga

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved