Breaking News:

Hanya Ditemukan Perahu, Nelayan Pangandaran Pencari Umang Hilang di Selok Jero Nusakambangan

Seorang nelayan di Pangandaran hilang saat mencari Umang di perairan Selok Jero Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah.

tribunjabar/padna
ilustrasi pencarian nelayan hilang- Seorang nelayan di Pangandaran hilang saat mencari Umang di perairan Selok Jero Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Seorang nelayan di Pangandaran hilang saat mencari Umang di perairan Selok Jero Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah.

Seorang nelayan tersebut, bernama Sugeng (55) warga Majingklak RT 1/6, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sugeng dikabarkan hilang sewaktu mencari Umang dengan menggunakan perahu kecilnya di perairan Selok Jero, Nusakambangan.

Baca juga: Hasil Melaut di Jakarta Berkurang, Nelayan Cirebon Terpaksa Mudik Lewat Laut, Dua Hari Dua Malam

Ketua Rukun Nelayan Majingklak, Misto mengatakan, Awalnya Sugeng berangkat mencari Umang berangkat sore (30/4/2021) sekitar pukul 23:00 sudah pulang.

Tak lama kemudian hari Sabtu (1/5/2021) korban berangkat lagi sekitar pukul 1:00 dini hari. 

"Nah, biasanya pagi pukul 6:00 sudah pulang. Tapi, sampai pukul 8:00 hingga pukul 9:00 Sugeng tak kunjung pulang," ujar Misto saat ditemui Tribunjabar.id di rumahnya, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Cerita Nelayan Mundu Cirebon yang Nekat Mudik Lewat Laut, Ongkos Bus Mahal dan Lewat Jalan Tikus

"Hanya, menurut informasi ada yang melihat oleh satu nelayan Ciawitali. Perahunya terbawa arus dalam kondisi mesin hidup, namun orangnya tidak ada."

Selanjutnya, lanjut Misto, pihaknya langsung membawa pulang perahunya yang berisikan Umang. 

"Aneh juga, padahal gak ada riwayat penyakit apapun. Hanya, sebelum berangkat Sugeng merasakan sedikit pusing. Tapi gak tahu masuk angin, atau gimana."

Baca juga: VIDEO-Rumah Warga Hancur Terkena Banjir Rob dan Abrasi, Nelayan Tak Melaut Karena Pencemaran Minyak

"Dan korban kami nyatakan hilang gak tahu kenapa, karena berangkatnya juga sendiri jadi tidak ada saksi," ucapnya.

Misto menambahkan, Ia bersama para nelayan lain sudah melakukan upaya pencarian korban.

Namun, sampai sore ini korban belum juga ditemukan. 

"Malahan mulai kemarin (1/5/2021) pencarian dibantu oleh tim SAR gabungan Pangandaran dan juga SAR gabungan dari Cilacap, Jawa tengah," katanya.

Sementara anak korban, Reni (35) menyampaikan, jika berangkat pukul 1:00 dini hari, biasanya pagi harinya juga sudah pulang. 

"Tapi sampai sekarang, bapa Saya belum juga pulang. Saya sekeluarga sudah pasrah, harus gimana lagi," ucap sedihnya. 

Penulis: Padna
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved