Breaking News:

Artistik, Dakwah dan Pesan-pesan Kebaikan dalam Dinding Warga di Sebuah di Cicaheum Bandung

Mural kaligrafi huruf Arab dengan paduan berbagai warna di dinding rumah jadi pemandangan menarik saat memasuki gang tersebut.

Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Potensi Gang Raden Ribua RW 02 Kelurahan Cicaheum Kecamatan Kiaracondong dimanfaatkan sejumlah warga dengan menghadirkan suasana artistik di perkampungan padat penduduk itu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Potensi Gang Raden Ribua RW 02, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, dimanfaatkan sejumlah warga dengan menghadirkan suasana artistik di perkampungan padat penduduk itu.

Mural kaligrafi huruf Arab dengan paduan berbagai warna di dinding rumah jadi pemandangan menarik saat memasuki gang tersebut.

Lebih jauh ke dalam menyusuri gang, dinding kosong rumah warga kembali dilukis oleh seniman kaligrafi di kampung tersebut.

Baca juga: Mengenal Sosok Darbotz, Seniman Mural dan Street Art Indonesia yang Mendunia

Ada kaligrafi Asmaul Husna hingga narasi kalimat tentang keimanan yang menyejukkan hati.

"Allah tujuan rumahku," salah satu tulisan di dinding warga. Selain itu, lukisan dipadu dengan narasi kebaikan untuk mengingatkan warga untuk menjalani kehidupan sebaik dan sebermanfaat mungkin untuk sesama.

Lukisan dengan narasi moral dan kebaikan itu jadi semacam energi positif bagi warga sekitar. Acep Arman, ketua RW 2 kampung itu, salah satu pihak yang menginisiasi kreatifitas itu.

"Kebetulan di kampung kami ada seniman kaligrafi. Kepikiran gimana memanfaatkan bakat itu untuk kebaikan warga kami. Akhirnya, setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk memperindah kami dengan lukisan kaligrafi," ucap Acep di kampung itu, Minggu (2/5/2021).

Dia akui ide itu bertepatan juga dengan perlombaan yang digelar Pemkot Bandung.
"Seniman kaligrafi dengan para pemuda akhiranya bergotong royong membuat lukisan ini," ucapnya.

Idenya, dia bersama para pemuda ingin menghadirkan pesan-pesan kebaikan dalam ruang dinding warga. Lukisan dibuat sejak tiga bulan terakhir.

Baca juga: BAZ Kota Bandung Targetkan Rp 29 Miliar Zakat dari ASN

"Dibuat malam hingga dini hari. Biayanya sudah sekira Rp 15 juta, hasil patungan warga. Dengan apa yang kami lakukan, warga pun menyambut baik," ucap dia.

Aam Jamaludin (40), satu dari sekian seniman mural kaligrafi, mengatakan, kemampuan itu dia dapatkan saat jadi santri pesantren.

"Kami mencoba menyatukan fungsi kaligrafi yang religi untuk kehidupan masyarakat sehingga semangat dari pesan kebaikannya itu jadi semangat untuk warga disini," ucap Aam.

Mural kaligrafi dengan media dinding rumah yang kosong, pertama kali dia lakukan. Biasanya, kaligrafi dia lukis di kertas dan kanvas.

"Kalau melukis di dinding, rasa-rasanya seperti melaksanakan dakwah karena karya yang dibuat sampai ke masyarakat," ucap Aam.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved