Breaking News:

Profil Pasukan Setan Baret Hijau, Prajurit TNI Sniper Siap Menumpas Kelompok Separatis KKB di Papua

Para Prajurit TNI yang diterjunkan memberantas kelompok separatis di Papua ini bukan sembarangan, dijuluki sebagai Pasukan Setan berbaret hijau. Berik

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Seli Andina Miranti
Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya
Prajurit TNI tengah bekonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Intan Jaya, Papua 

Kompi Senapan disiapkan untuk operasi lapangan, dengan dukungan Kompi Bantuan. 

Persenjatan Kompi Bantuan lebih berat dari persenjataan Kipan, persenjataan Kiban terdiri dari senapan mesin sedang (SMS), mitraliur, dan mortir.

Terlatih

Dilansir dari TribunnewsMaker.com, Pasukan Setan ini terlatih menembak Sniper guna mempersiapkan menjadi Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan ( Satgas Pamrahwan) di Papua

Di Markas Yonif Garuda Kota Bogor, Jawa Barat, mereka telah melakukan persiapan latihan menembak.

Latihan menembak runduk ini dipimpin langsung Komandan Batalyon Infanteri 315/Garuda, Mayor Inf Aryo Priyoutomo.

Sebelum menembak para prajurit dibekali materi teoritis tentang cara membuat kamuflase atau penyamaran, observasi medan serta teknik mengeksekusi sasaran.

Prajurit TNI tengah bekonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Intan Jaya, Papua
Prajurit TNI tengah bekonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Intan Jaya, Papua (Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya)

Prajurit dilatihkan agar kamuflase mereka tidak terdeteksi oleh pengelihatan musuh saat melaksanakan tugas observasi medan dan sasaran.

Kemudian para prajurit Yonif 315/Garuda menjalani praktik langsung latihan menembak runduk di lapangan.

Mereka secara bergilir diberikan kesempatan untuk mencoba dan mempraktekkan teknik maupun taktik sebagai penembak runduk.

Senapan dengan sistem bolt Action ini menggunakan munisi kaliber 7,62 x 51mm.

ILUSTRASI. Kontak tembak kembali terjadi di Intan Jaya, Papua. Kontak tembak terjadi di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Personel Satgas Yonif Raider 400/BR yang sedang patroli untuk menjamin keamanan warga masyarakat, ditembak KKB pada Jumat (6/11/2020). Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III), Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam rilis tertulisnya menyebutkan 2 prajurit TNI ditembak, 1 diantaranya gugur atas nama Pratu Firdaus. Saat ini sedang dilaksanakan proses evakuasi korban,
ILUSTRASI. Kontak tembak kembali terjadi di Intan Jaya, Papua. Kontak tembak terjadi di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Personel Satgas Yonif Raider 400/BR yang sedang patroli untuk menjamin keamanan warga masyarakat, ditembak KKB pada Jumat (6/11/2020). Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III), Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam rilis tertulisnya menyebutkan 2 prajurit TNI ditembak, 1 diantaranya gugur atas nama Pratu Firdaus. Saat ini sedang dilaksanakan proses evakuasi korban, " katanya. Kolonel Czi Suriastawa juga menyampaikan, bahwa kejadian ini menambah daftar korban jiwa di Intan Jaya. Bukan hanya prajurit TNI-Polri yang memang bertugas, warga sipil juga jadi sasaran kebiadaban KKB, " ujarnya. (TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI)

Dengan bobot 6,82 kg, senapan ini memiliki panjang laras 650 mm yang di tambah dengan teleskop.

“Dalam pertempuran, penembak runduk memegang peran penting untuk bisa melumpuhkan lawan dari jarak jauh."

"Biasanya para penembak runduk ini tidak hanya digunakan untuk operasi penugasan melainkan juga menjalankan penugasan khusus seperti pengamanan VIP dan VVIP,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved