Breaking News:

Pos Indonesia Garap Kawasan Indonesia Timur, Bidik Ratusan Pesantren di Mataram

PT Pos Indonesia (Persero) melakukan penetrasi perluasan Agen Pos Pesantren di wilayah Indonesia Timur, membidik ratusan pesantren di Mataram, Provins

Istimewa
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana beserta jajaran Pos Indonesia, Wakil Gubernur Provinsi NTB Siti Rohmi Djalillah dan para pejabat lainnya saat peresmian Agen Pos Pesantren di Mataram, NTB, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - MATARAM - PT Pos Indonesia (Persero) melakukan penetrasi perluasan Agen Pos Pesantren di wilayah Indonesia Timur, membidik ratusan pesantren di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembukaan Agen Pos Pesantren di Mataram merupakan bagian dari  program pembukaan 1.000 Agen Pos selama Ramadhan tahun 2021. Sebelumnya, Pos Indonesia telah membuka Agen Pos Pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana (kanan), Wakil Gubernur Provinsi NTB Siti Rohmi Djalillah (tengah), dan perwakilan dari Pesantren Nurul Haramain (kiri) pada soft launching Gerakan 10.000 Agen Pos Pesantren di Ponpes Nurul Haramain, Mataram, NTB, Jumat (30/4/2021).
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana (kanan), Wakil Gubernur Provinsi NTB Siti Rohmi Djalillah (tengah), dan perwakilan dari Pesantren Nurul Haramain (kiri) pada soft launching Gerakan 10.000 Agen Pos Pesantren di Ponpes Nurul Haramain, Mataram, NTB, Jumat (30/4/2021). (Istimewa)

Launching Agen Pos di Mataram ditandai dengan diresmikannya Agen Posdi pesantren Nurul Haramain Kota Mataram pada Jumat (30/4/2021). Hadir meresmikan kerja sama tersebut Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana beserta jajaran Pos Indonesia, Wakil Gubernur Provinsi NTB Siti Rohmi Djalillah, dan para pejabat lainnya.

Menurut Siti Choiriana atau yang akrab disapa Anna, Mataram menjadi salah satu bidikan PT Pos Indonesia (Persero) karena jumlah pesantren di kawasan itu diperkirakan lebih dari 700 unit. Di mana setiap pesantren memiliki jumlah santri cukup banyak, hingga 3.000 santri di satu pesantren.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana saat foto bersama manajemen dan karyawan Pos Indonesia di Denpasar, Bali.
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana saat foto bersama manajemen dan karyawan Pos Indonesia di Denpasar, Bali. (Istimewa)

"Ini komitmen kami mengembangkan santripreneur berbasis ekonomi kerakyatan. Program ini mendapat respons cukup bagus, karena ternyata pesantren di Mataram saat ini sedang mengembangkan modern farming," kata Siti.

Pesantren, nantinya mengelola sendiri kerja sama keagenan ini, dengan ujung tombak SDM dari kalangan santri. Di sisi lain, hadirnya Agen Pos di Pesantren, juga bisa mempercepat upaya pesantren melakukan banyak hal. Terutama dalam mengirim barang.

"Ini sejalan dengan upaya pesantren menggalakkan program modern farming. Hadirnya kami semakin membantu kelancaran pesantren mengirim hasil produk olahannya, seperti ikan dan lainnya," beber dia.

Selama ini, kata Siti, akses pesantren di Mataram melakukan pengiriman barang sangat terbatas. Beberapa pesantren berada di lokasi dengan letak geografisnya berat dan jauh, sehingga ekspedisi lain juga belum mampu menjangkau.

Pembukaan Agen Pos Pesantren ini juga mendapat respons cukup bagus dari Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah daerah setempat. Untuk tahap awal, Pos Indonesia membidik 100 pesantren.

"Kami juga sudah sampaikan ke Pemerintah Provinsi NTB, kami siap memfasilitasi pembukaan Agen Pos di pesantren binaan Pemprov NTB.  Mereka sangat support dengan program ini, karena sama-sama punya misi untuk menghasilkan santripreneur," jelas dia.

Halaman
12
Editor: bisnistribunjabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved