Breaking News:

VIDEO Orang Dalam dan Bendahara Disbudpar Indramayu Korupsi Uang Bank Pemerintah Rp 600 Juta

Uang nyaris senilai Rp 600 juta di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Indramayu raib setelah dikorupsi berjamaah. 

Penulis: Handhika Rahman | Editor: yudix
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Handhika Rahman
 
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Uang nyaris senilai Rp 600 juta di bank pemerintah raib setelah dikorupsi berjamaah. 
 
Dalam kasus tersebut, Unit Tipidkor Satreskrim Polres Indramayu mengamankan sebanyak 4 orang tersangka sekaligus.
 
Mereka adalah PK seorang pegawai bagian AO Komersil bank pemerintah, AR seorang ASN sekaligus Bendahara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu, serta AZ dan TO yang merupakan pihak swasta atau kontraktor.
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, uang senilai Rp 600 juta itu mereka dapat dari korupsi penyaluran pinjaman kredit fiktif.
 
Dalam penyelidikan polisi, para tersangka ini sudah melakukan aksinya sebanyak dua kali, masing-masing pada 22 Februari 2018 dan 5 Juni 2018.
 
"Keempat tersangka ini akhirnya berhasil mencairkan kredit hampir mendekati angka enam ratus juta rupiah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (30/4/2021).
AKP Luthfi Olot Gigantara menyampaikan, kasus ini berawal saat Bendahara Disbudpar Kabupaten Indramayu, AR dengan sengaja membuat 6 buah surat perintah kerja (SPK) fiktif.
 
SPK itu lalu diserahkan kepada AZ dan TO yang merupakan pihak swasta atau kontraktor.
 
Bendahara Disbudpar itu juga memerintahkan kepada kedua kontraktor itu untuk mengajukan kredit modal kerja kontruksi (KMKK) ke bank pemerintah di Indramayu.
 
Di sana, PK selaku AO Komersil bank pemerintah mulai mengambil peran.
 
PK dengan gampangnya mengusahakan pencairan kredit tanpa harus melalui tahapan semestinya.
 
Ia melanggar peraturan SK Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk nomor 0084/SK/Dir-Kom/2018 tentang Manual BJB Produk KMKK.
 
"Setelah berkas pengajuan kredit diterima oleh tersangka PK, dilakukan tahapan kredit mulai dari tahapan survei hingga tahap pencairan pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 645.000.000," ujar dia.
 
Atas perbuatan 4 tersangka itu, bank pemerintah tersebut harus mengalami kerugian sebesar Rp 594.208.475 atau nyaris Rp 600 juta.
 
"Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU RI nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU RI nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara serta denda Rp.200 juta hingga Rp 1 miliar," ujar AKP Luthfi Olot Gigantara.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul VIDEO Orang Dalam dan Bendahara Disbudpar Indramayu Korupsi Uang Bank Pemerintah Rp 600 Juta, https://jabar.tribunnews.com/2021/04/30/video-orang-dalam-dan-bendahara-disbudpar-indramayu-korupsi-berjamaah-uang-bank-bjb-rp-600-juta.
Penulis: Handhika Rahman
Video Editor: Wahyudi Utomo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved