Breaking News:

Sosok Ibu Wati Viral di Balik Kejadian Babi Ngepet di Depok, Buka Praktik Pengobatan Paranormal

Di balik kejadian penemuan babi ngepet di Depok itu, Ibu Wati menjadi viral. Beri keterangan tuduh tetangga, ternyata sosoknya paranormal buka praktik

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
kolase Instagram @mintulgemintul/tribunjakarta
Bu Wati warga RT 02/10 Kampung Baru, Desa Ragajaya, Bojonggede, Bogor yang menuduh tetangganya babi ngepet karena cuma pengangguran tapi uangnya banyak. 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa waktu lalu warga di Sawangan Depok, Jawa Barat geger atas penemuan seekor babi.

Kejadian ini kemudian menjadi heboh di media sosial karena disebut-sebut babi jadi-jadian.

Berawal dari seorang warga yang menyebar hoaks bahwa babi tersebut merupakan babi ngepet.

Setelah polisi mengungkap bahwa kejadian itu hanya rekayasa seorang warga bernama Adam Ibrahim.

Baca juga: Deretan Fakta Terbaru Babi Ngepet di Depok yang Ternyata Hoax, Ada Skenario, Peran Tiap Orang Diatur

Adam Ibrahim dan delapan temannya mengarang cerita agar kampungnya terkenal dan ramai.

Di balik hoaks kejadian penemuan babi ngepet di Depok itu, sosok Ibu Wati menjadi viral.

Di lokasi penemuan babi ngepet di Depok, tak terduga Ibu Wati berkomentar pedas.

Ibu Wati bahkan menuduh tetangga yang pengangguran tapi bisa kaya.

Ia menyebut tetangga nganggur namun bisa banyak uang menduga pesugihan babi ngepet.

Karena lontaran komentar tersebut, sosok Ibu Wati kini viral sejak kejadian.

Diketahui, Ibu Wati ternyata seorang paranormal di Kampung Baru tersebut.

Ia membuka praktik pengobatan tradisional dan paranomal.

Wati merupakan warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun, diketahui juga Ibu Wati bukanlah warga asli di daerah penempuan babi ngepet tersebut.

Ia adalah warga yang mengontrak di Kampung Baru, Desa Ragajaya, Bogor.

Bu Wati warga RT 02/10 Kampung Baru, Desa Ragajaya, Bojonggede, Bogor yang menuduh tetangganya babi ngepet karena cuma pengangguran tapi uangnya banyak.
Bu Wati warga RT 02/10 Kampung Baru, Desa Ragajaya, Bojonggede, Bogor yang menuduh tetangganya babi ngepet karena cuma pengangguran tapi uangnya banyak. (kolase Instagram @mintulgemintul/tribunjakarta)

Lantaran keterangan pedasnya itu, sosok Ibu Wati justru menjadi sorotan.

Beriringan dengan kasus hoaks itu, Ibu Wati dinilai memperkeruh keadaan.

Ia bahkan sampai melontarkan tuduhan terhadap tetangga yang nganggur tapi banyak uang.

Baca juga: Sosok Susan Antela, Guru yang Lumpuh Setelah Divaksin, Sudah Bisa Bicara Meski Terbata-bata

Karena seorang pendatang, akibat kejadian itu Ibu Wati harus menanggung akibatnya.

Kini warga di sekitarnya meminta Ibu Wati pergi dari kampung mereka.

Warga mengusir Ibu Wati karena dinilai mencemarkan nama Kampung Baru, Desa Ragajaya.

Kini, Ibu Wati benar-benar pindah dan keluar dari kampung tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RW 10 Kampung Baru, Desa Ragajaya Syarif Nurzaman.

“Pindahnya karena dia diusir sama warga lah," ujar Syarif Nurzaman dikutip dari TribunJakarta, Jumat (30/4/2021)

Syarif Nurzaman menjelaskan dirinya sudah berusaha menengahi warganya.

Ibu Wati bahkan sudah meminta maaf dan mengklarifikasi lontaran komentar pedasnya.

Namun, karena lebih banyaknya warga yang kecewa, terpaksa Ibu Wati pindah rumah.

Ketua RW itu mengatakan sebelum pindah Ibu Wati meminta waktu lima hari untuk meninggalkan Kampung Baru.

Ibu Wati harus mengurus perpindahan dan mempersiapkan barang-barangnya.

Baca juga: Rasa Bahagia Sule setelah Ada Nathalie Holscher, Ngaku Ada Perubahan Sadar Waktu Bersama Keluarga

Awalnya Ibu Wati diminta temannya memberikan keterangan terkait viralnya babi ngepet di Sawangan Depok tersebut.

Temannya meminta Ibu Wati ikut berkomentar karena ia merupakan tokoh terkait hal-hal paranormal.

Rupanya Ibu Waktu membuka praktek pengobatan atau paranormal di kontrakannya.

Sayangnya, karena keterangannya itu kini sosok Ibu Wati menjadi ramai dan berujung diminta diusir di tempat yang ia tinggali sementara. (TribunJabar.id)

Sosok Penyebar Hoaks Terungkap

Diberitakan sebelumnya, terungkap bahwa penemuan babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok adalah rekayasa pelaku penyebar hoaks.

Teka-teki di balik hebohnya kasus babi ngepet di Depok, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Rupanya itu hanyalah akal-akalan seorang pria bernama Adam Ibrahim.

Ia sendiri adalah satu dari warga yang ikut menangkap babi tersebut di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

Ya, setelah sempat viral, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku di balik peristiwa heboh itu.

"Semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu berita bohong," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, dikutip Tribun Style dari Kompas yang berjudul "Isu Babi Ngepet di Depok Hasil Rekayasa, Polisi Tangkap Pelaku", Kamis (29/4/2021).

Lantas, Iman menjelaskan awal cerita soal babi ngepet ini.

Baca juga: Sutradara Babi Ngepet Depok Berharap Pengikut Majelis Taklimnya Bertambah usai Ungkap Ritual Ngepet

Cerita bermula, tersangka bernama Adam Ibrahim ini menerima laporan terkait adanya sejumlah warga yang kehilangan sejumlah uang.

"Cerita ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta," katanya.

Tersangka AI kemudian memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli harganya Rp 900.000, dengan ongkos kirim Rp 200.000.

"Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya.

Karena ini merupakan salah satu tokohlah sebenarnya.

Tapi disebut tokoh juga tidak terlalu terkenal, jadi supaya dia dianggap saja," ungkap Imran.

Dari situ, Adam Ibrahim dan delapan orang lainnya kemudian bekerja sama.

Mereka lantas mengarang cerita soal adanya babi ngepet ini.

Warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, digegerkan dengan penangkapan seekor binatang babi, yang diduga adalah babi jadi-jadian alias babi ngepet.
Warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, digegerkan dengan penangkapan seekor binatang babi, yang diduga adalah babi jadi-jadian alias babi ngepet. (Istimewa)

Cerita-cerita soal penangkapan babi secara telanjang bulat juga bohong.

"Seolah-olah mengarang cerita, ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki, kemudian keduanya pergi naik motor, tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi, padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan," jelas Imran.

Polisi menjerat AI dengan Pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

AI terancam kurungan 10 tahun penjara. Sementara itu, delapan rekan AI saat ini masih diproses polisi.

Babi diduga jadi-jadian di Depok disembelih bagian tubuh dipisah

Babi diduga jadi-jadian di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok kini sudah disembelih dan dikuburkan di lokasi sekitar.

Hewan yang disebut babi ngepet ini sontak mengebohkan masyarakat termasuk publik di media sosial.

Sebelumnya di media sosial, beredar video dan foto diduga babi ngepet ini sudah ditangkap dan berada di kandang warga.

Meski banyak yang menyebut bahwa babi tersebut adalah makhluk jadi-jadian alias babi ngepet, namun berdasarkan penglihatan mata, hewan ini sama seperti babi hutan pada umumnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, babi ini berukuran kecil, berbulu hitam lebat, dengan moncong yang cukup panjang.

Setelah ditangkap babi yang diduga jadi-jadian ini tampak lemas.

Sesekali, babi tersebut berjalan mengitari dalam kandang. Sekali berhenti, babi ini mencoba untuk menggali tanah menggunakan moncongnya.

Babi tersebut disembelih siang kemarin, Selasa (27/4/2021).

Ketua RW setempat, Abdul Rosad, mengatakan penyembelihan ini dilakukan musabab ukuran babi diduga semakin mengecil.

“Terakhir itu berat 15 kilogram, tinggi babi dan lebar 15 centimeter, seperti kucing,”Tuduh Tetangga 'Nganggur Banyak Duit' Pakai Babi Ngepet, Ibu Viral Minta Maaf: Saya Hanya Ngontrak

Selain itu, seorang warga bernama Suhanda menyebut penyembelihan dilakukan untuk menghindari kerumuman orang semakin banyak.

“Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak," ujar Suhanda.

"Karena sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak,” ujarnya.

Rosad menuturkan, sebelum babi disembelih terlebih dulu dilakukan pengajian oleh warga sekitar.

“Sebelum dipotong dilakukan pengajian dengan memotong leher,” ungkapnya.

Babi tersebut kemudian dimakamkan di lokasi sekitar.

Berbeda seperti pemakaman binatang pada umumnya, bangkai babi ini dikubur terpisah antara bagian badan dan kepalanya, meski masih dalam satu lubang yang sama.

Bagian badan, diletakan di dalam sebuah kotak dan lebih dulu ditimbun menggunakan tanah.
Setelah itu, baru dilanjutkan dengan menguburkan kepala babi tersebut yang telah diletakkan di dalam kotak lainnya.

“Iya badan dan kepalanya langsung dibungkus menggunakan kain sorban yang digunakan untuk penangkapan dan kain yang digunakan saat pemenggalan babi ngepet,” kata Farhan, satu dari sejumlah warga yang ikut mengubur babi.

“Dikuburnya masih satu lubang dengan membuat dua kotak untuk memisahkan antara badan dan kepala untuk tidak hidup kembali,” sambungnya.

Farhan lantas mengungkap alasan mengapa babi tersebut dikubur dengan badan dan kepala yang terpisah.

Rupanya, hal itu dilakukan karena warga percaya jika badan dan kepala babi tersebut dikuburkan tak terpisah, maka akan hidup kembali.

“Iya kami disuruhnya mengubur seperti itu, tidak ada penaburan kembang karena yang dikuburkan babi (diduga) ngepet yang berbentuk hewan bukan manusia,” tuturnya.

(TribunStyle/Joni Irwan, TribunJakarta/ Setiawan/Siti Nawiroh)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved