Breaking News:

MUI Jabar Ijinkan Salat Idulfitri, Pemkot Bandung Tunggu Hasil Rapat, Lihat Perkembangan Kasus Covid

Meski MUI Jabar memutuskan diijinkannya salat Idulfitri berjamaah namun Pemkot Bandung belum bisa memberi keputusan terkait hal tersebut

Dok Diskominfo Garut
ilustrasi - Jemaah Salat Idul Adha di Alun-alun Garut Patuhi Protokol Kesehatan, Begini Penampakkannya 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kota Bandung Ema Sumarna menanggapi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengizinkan salat Idulfitri berjamaah Kota Bandung belum ambil putusan.

"Fatwa MUI akan dibahas di rapat terbatas, Jumat pekan depan," ujar Ema singkat dan tidak mau berkomentar banyak.

Terkait solat Id sebelumnya sudab dibahas di rapat terbatas Jumat pekan lalu.

Namun putusannya bisa boleh, bisa dilarang karena masih menunggu perkembangan kasus covid 19.

Baca juga: Tanggapan Persis Jabar Terkait Imbauan MUI Mengenai Salat Idul Fitri

Saat itu menurut Ema, jika masyarakat ingin salat Idul fitri harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan harus melakukan simulasi terlebih dahulu.

"Jika memenuhi syarat protokol kesehatan bisa digelar, tapi kepastiannya menunggu Ratas terakhir," ujar Ema.

Sementara itu, Fatwa MUI berdasarkan kesepakatan dalam hasil rapat koordinasi para pengurus harian MUI Jabar yang didalamnya termasuk para pimpinan ormas Islam pada Jumat (30/4/2021).

Terpisah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat resmi keluarkan fatwa terkait diizinkannya penyelenggaraan ibadah salat Idulfitri secara berjamaah di wilayah Jawa Barat.

Baca juga: MUI Jabar izinkan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Berjamaah, Tapi Larang Kegiatan Ini

Diambilnya keputusan tersebut, berdasarkan kesepakatan dalam hasil rapat koordinasi para pengurus harian MUI Jabar yang didalamnya termasuk para pimpinan ormas Islam pada Jumat (30/4/2021).

Sekretaris Umum MUI Jabar, Rafani Akhyar mengatakan, sebagaimana surat edaran MUI Jabar pada awal Ramadan lalu yang menjelaskan bahwa dipersilahkannya salat tarawih dan salat Ied oleh masyarakat Jawa Barat, maka keputusan tersebut tetap berlaku sama.

Meski Demikian, pihaknya tetap mengimbau agar penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan sangat ketat guna mengantisipasi penyebaran covid-19. 

"Hasil rapat koordinasi tadi, secara prinsipnya keputusan kami (MUI Jabar) adalah mengizinkan atau mempersilahkan salat Idulfitri dilakukan masyarakat, sepanjang menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Keputusan ini segera akan kami tuangkan dalam surat edaran bagi seluruh kabupaten/kota mulai Senin nanti (3/5/2021)" ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: VIDEO-Ribuan Umat Muslim Indramayu Doa Bersama Minta Keselamatan dari Covid-19 usai Salat Idul Adha

Rafani menuturkan, meski diizinkannya penyelenggaraan salat Idulfitri, namun pihaknya tetap melarang diselenggarakannya kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumununan massa, seperti takbir keliling, takbir massal, termasuk tabligh akbar. 

"Kegiatan-kegiatan perayaan atau aktivitas kegiatan masyarakat yang mengundang kerumununan massa, seperti takbir keliling, takbir massal, termasuk tabligh akbar, tetap kami sarankan untuk tidak dilaksanakan oleh masyarakat," ucapnya. (tiah sm/cipta permana)

Penulis: Tiah SM
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved