Breaking News:

Kasus Korupsi RTH Kota Bandung

Terdakwa Korupsi RTH Kota Bandung Ungkap Oknum Penyidik KPK Minta Uang 'Buang Sial'

Terdakwa kasus korupsi pengadaan RTH Kota Bandung, Dadang Suganda, menyinggung soal adanya ulah oknum penyidik KKPK.

Tribun Jabar
Terdakwa kasus korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung, Dadang Suganda, menyinggung soal adanya ulah oknum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyidik kasus tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terdakwa kasus korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung, Dadang Suganda, menyinggung soal adanya ulah oknum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyidik kasus tersebut.

Dadang menyinggung hal itu saat di persidangan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (29/4/2021).

Saat itu, Dadang meluapkan unek-uneknya karena dianggap membebani dirinya.

Baca juga: Terdakwa Kasus Korupsi RTH Kota Bandung Tantang Jaksa di Sidang, Ceritakan Ribut dengan Penyidik

Dia didatangi seorang yang mengaku penyidik KPK berinisial ATH, E, dan YB. ATH mengaku sebagai ketua tim. Dia menyinggung soal permintaan uang tapi tidak disebutkan berapa nominalnya.

"Katanya anggap aja uang buang sial," ujar Dadang di muka persidangan.

Efran Helmi Juni, pengacara Dadang, lantas menanyakan berapa uang yang diminta.

"Jumlah uangnya tidak, tapi saya katakan saya tidak ada uang banyak, kalau Rp 1 miliar - Rp 2 miliar mah ada. Tapi tidak diberi. Saat itu peristiwanya saat saya masih saksi, belum jadi tersangka. Nah setelah peristiwa itu, saya ditetapkan tersangka," ucap dia.

Hingga akhirnya, Dadang mengaku tidak menyerahkan uang tersebut.

"Kalau saya berikan uangnya, saya seperti orang yang bersalah dalam kasus ini. Padahal saya ini pengusaha yang beli tanah sesuai prosedur, banyak orang yang sesuai profesi saya beli tanah untuk RTH, mekanisme pencairannya sama tapi kok tidak jadi tersangka," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved