Breaking News:

Lakukan Penipuan Bermodus Rekrutmen PT Hino, Ibu Rumah Tangga dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Kedua pelaku mengaku bisa memasukkan calon pekerja ke PT Hino dengan syarat mereka harus menyerahkan sejumlah uang untuk pelicinnya.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
KBO Satreskrim Polres Purwakarta, Iptu Budi Suheri berhasil mengungkap kasus penipuan rekrutmen calon tenaga kerja yang akan dipekerjakan di PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) yang terletak di Kawasan Industri BIC. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Satreskrim Polres Purwakarta berhasil mengungkap kasus penipuan rekrutmen calon tenaga kerja yang akan dipekerjakan di PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) yang terletak di Kawasan Industri BIC.

KBO Satreskrim Polres Purwakarta, Iptu Budi Suheri menjelaskan, pihaknya telah mengamankan dua orang tersangka, yakni PSM (35), seorang ibu rumah tangga asal Karawang, dan RM (31) warga Purwakarta.

Keduanya mengaku bisa memasukkan calon pekerja ke PT Hino dengan syarat mereka harus menyerahkan sejumlah uang untuk pelicinnya.

"Uangnya itu antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Lalu, jika sudah bekerja, korban diminta lagi uang Rp 5 juta," kata KBO, Kamis (29/4/2021) di Mapolres Purwakarta.

Faktanya, PT Hino Motors tidak pernah melakukan rekrutmen dengan cara seperti itu.
Sebelum korban menyerahkan surat lamaran, terlebih dahulu pada korban dikumpulkan di satu tempat untuk mendapatkan pengarahan dari PSM dan RM yang berperan sebagai pejabat dari PT Hino.

"RM ini hanyalah suruhan dari PSM. RM berperan sebagai Sofyan yang merupakan pejabat di Hino. Kami cek ke Hino tak ada pejabatan yang namanya Sofyan. Jadi, PSM mengarang cerira bohong soal Sofyan," katanya.

Baca juga: Wabup Garut Sebut Pelaku Penipuan CPNS Tak Punya kemampuan Meloloskan Peserta Jadi PNS

Pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa 78 surat lamaran, baju seragam PT Hino, kwitansi, dan handphone. Sementara kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu dengan dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun.

"Kami imbau kepada warga agar lebih hati-hati dan waspada. Jika ada rekrutmen yang pakai uang pelicin harap tidak ditanggapi," ujar KBO.

Pelaku PSM mengaku tindakan yang dilakukannya ini telah dilakukan sejak September 2020.
Awalnya, kata dia, sudah ada yang masuk satu orang, dan membuat ibu empat orang anak ini kembali merekrut tenaga kerja secara besar-besaran.

"Saya bekerjasama dengan Sofyan. Dia orang dalam di Hino. Saya dapatkan Rp 500 ribu dari satu orang calon tenaga kerja," katanya.

Baca juga: Camat di Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penipuan, Korban Tertipu Rp 1,2 Miliar

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved