Breaking News:

Berdayakan Difable, PLN Berikan Alat Membatik dan Pengolahan Kuliner ke UPTD PSRPD MENSENETRUWITU

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jabar konsisten berbagi terang dan optimisme dengan difable melalui penerima bantuan CSR PLN

Editor: bisnistribunjabar
Istimewa
PLN UID Jabar memberikan bantuan kepada UPTD Panti Sosial Rehabilitas Penyandang Disabiltas Mental, Sensorik Netra, Rungu Wicara dan Tubuh (UPTD PSRPD MENSENETRUWITU) 

TRIBUNJABAR.ID, Bandung- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jabar konsisten berbagi terang dan optimisme dengan difable melalui penerima bantuan CSR PLN. Di tahun 2021 ini, PLN UID Jabar memberikan bantuan kepada UPTD Panti Sosial Rehabilitas Penyandang Disabiltas Mental, Sensorik Netra, Rungu Wicara dan Tubuh (UPTD PSRPD MENSENETRUWITU) sebesar Rp. 50.000.000,- untuk pembuatan pendopo tempat membatik beserta alat elektronik pendukungnya.

“DIFABLE itu hebat, difable bisa berdaya, difable itu bisa kecuali kita yang menganggap dia tidak bisa. Karena itu, percalah pada produk mereka. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mengembangkan program mereka…” Ferrus Syammach, Kepala UPTD PSRPD MENSENETRUWITU.

Sebelumnya, di tahun 2019 PLN UID Jabar telah memberikan bantuan sebesar RP. 100.000.000,- untuk keperluan pembangunan fisik panti dan dilanjutkan lagi pada tahun 2020 berupa pemberian alat elektronik pelatihan pengolahan kuliner senilai Rp. 50.000.000,-. Sehingga total bantuan yang diberikan PLN UID Jabar sejak tahun 2019 adalah sebesar 200 juta rupiah.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Jabar, Iwan Ridwan menyampaikan bahwa program bantuan ini sebagai wujud komitmen dan kontribusi PLN dalam menjalankan Sustainable Development Goals (SGDs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sesuai pedoman yang dituangkan dalam SNI ISO 26000: 2013, terutama terkait poin 3 kehidupan sehat dan sejahtera dan poin 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

“PLN UID Jabar terus berupaya melakukan inovasi berkelanjutan dalam menjalankan SGDs sehingga memberikan dampak positif dalam memajukan masyarakat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Salah satu bentuknya yaitu dengan memberi bantuan kepada UPTD PSRPD MENSENETRUWITU,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan, UPTD PSRPD MENSENETRUWITU merupakan tempat perlindungan dan rehabilitasi bagi difabel se-Jabar yang dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Dibawah pimpinan Ferrus Syammach, Kepala UPTD PSRPD MENSENETRUWITU, mengadakan program pelatihan batik dan bisnis kuliner bagi 108 orang difable sehingga mereka mampu mengaktualisasikan diri sekaligus berwirausaha sendiri selepas dari pelatihan.

“Proram pogram yang ada di UPTD sangat menarik dan bermanfaat, patut diapresiasi. Oleh karena itu, PLN mendukung dengan memberi bantuan yang mana digunakan untuk membeli peralatan elektronik. Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat menambah produktivitas para penghuni panti,” pungkas Iwan.

Di Cimahi, Ferrus Syammach sangat mengapresiasi PLN yang sangat peduli dengan difabel. “Mudah mudahan dengan kepedulian PLN ini, usaha ini bisa berkembang pesat,” terang Ferrus.

Ferrus menceritakan, saat pertama kali dia datang, fasilitas dan sarana sudah cukup baik namun perlu lebih disesuaikan dengan standar untuk layanan 4 jenis difable. Selain itu, program aktifitas pendidikan keterampilan juga perlu ditingkatkan agar difabel mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul sesuai potensinya sehingga mereka bisa mandiri bekerja di kampung halamannya.

“Melihat kondisi alumni yg sebagian belum memanfaatkan keterampilannya setelah pulang, maka saya membuat trobosan dengan membekali mereka dengan keterampilan tata boga dengan memanfaatkan potensi local sehingga mereka di rumah mudah menerapkan..Apalagi yang namanya makanan asal enak dan punya ciri has didaerah manapun dia berdomisili, pasar pasti ada,” jelas Ferrus.

Kini, ibu yang hobi membaca dan menanam ini mengembangka program keterampilan membatik di UPTD. Menurutnya, batik adalah budaya lokal Jawa Barat yang unik dan indah. Agar identitas budaya tersebut dikenal ke masyarakat luas sekaligus meningkatkan ketrampilan difabel, maka Ferrus merancang program tersebut.

Meski masih awal, beberapa dari para difabel bahkan sudah mulai berkelompok membuat usaha batik sendiri dan mendaftarkannya menjadi UKM dengan merek “Muliahati”.

“Potensi difable untuk membatik tidak kalah dari orang orang pada umumnya. Kualitas dan desain yang mereka buat menarik karena mereka juga membuat desain sendiri, tidak hanya mengikuti desain di pasaran. Hal ini tentu membanggakan kami,” tegas Ferrus.

Ferrus berharap usaha UPTD bisa berkembang, produknya bisa diminati dan dipakai banyak orang sehingga kami dapat semakin meningkatkan sarana dan prasarana penunjang yang pada akhirnya akan semakin menambah kesempatan para difabel untuk berlatih meningkatkan potensi ketrampilannya.

“Dengan bekal keterampilan yg dimiliki mereka kelak bisa menjadi wirausaha mandiri dikampung halamannya atau bisa saja mereka mendapat peluang kerja di tempat lain,” jelas alumnus Universitas Udayana Bali.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved