Breaking News:

Banjir di Cianjur

Warga Stres Akibat Rumahnya Dilanda Banjir 13 Kali, Ular dan Lintah Penghisap Darah Berkeliaran

PT QL Agrofood yang membangun gorong-gorong kecil belum memberikan komentar terkait bencana banjir.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Banjir di Desa Mande dan Murnisari Cianjur, Rabu (28/4/2021). Banjir yang sering terjadi membuat warga stres. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - PT QL Agrofood yang membangun gorong-gorong kecil belum memberikan komentar terkait bencana banjir yang menyebabkan 20 rumah di dua desa yakni Desa Mande dan Desa Murnisari, Kabupaten Cianjur, terendam.

Saat disambangi ke pabrik yang berada di puncak bukit, di atas permukiman warga, Tribunjabar.id tertahan di pos satpam karena pihak manajemen enggan ditemui.

Sekuriti menyebut semua manajemen dan pekerja turun ke bawah untuk membantu membersihkan aliran sungai dari sampah dan barang yang menghalangi gorong-gorong.

Terdengar sebuah alat berat di titik lokasi tersumbatnya aliran sungai hingga air berbalik ke permukiman warga.

Dari keterangan warga di lokasi, sudah 13 kali terjadi banjir. Namun banjir kali ini merupakan yang terparah.

Banjir biasanya hanya semeter.

Namun banjir kali ini menyebabkan beberapa rumah yang sebelumnya tak terdampak menjadi terdampak.

Baca juga: PT QL Agrofood Penyebab Banjir di Pasir Nambo Cianjur, Pemkab Diminta Menegur

Baca juga: Kantor Desa Mande Nyaris Terendam Banjir, Kades Sebut Pabrik Ini Penyebab Masalah

Seorang warga, Atin Supriatin, mengatakan, setiap kali banjir, perusahaan selalu memberi santunan kepada warga yang rumahnya terdampak.

"Santunan ada setiap kali banjir, saya hitung ini yang ke-13 kali, hingga saat ini tak ada solusinya," kata Atin ditemui di lokasi banjir, Rabu (28/4/2021).

Atin dan warga lainnya menginginkan solusi bukan hanya santunan saja.

Ia mengaku karena sering banjir kepalanya pusing dan stres.

Baca juga: Bukan Ahok, Jokowi Akhirnya Benar-benar Lantik Menteri Baru, Ini Peran Baru Nadiem Makarim

Baca juga: India Mendapat Tambahan Masalah, di Tengah Terpaan Gelombang Covid-19, Ada Gempa Magnitudo 6,0

"Setengah gila, Pak. Capek bersih-bersih. Belum lagi perabotan yang rusak akibat banjir ini," kata Atin.

Pantauan di lokasi banjir, pascaair surut, binatang berbahaya seperti ular dan lintah penghisap darah terlihat berkeliaran dan menempel di dinding rumah warga.

Ular meliuk di antara tumpukan sampah dan beragam ukuran. (fam) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved