Breaking News:

Munarman Ternyata Sempat Melawan saat Diamankan Densus 88 Antiteror, Kasus Baiat di Makassar & Medan

Sementara Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, Munarman diduga terlibat jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Editor: Ravianto
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019). Polisi menangkap mantan Sekretaris Umum FPI atau Front Pembela Islam Munarman. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Polisi menangkap mantan Sekretaris Umum FPI atau Front Pembela Islam Munarman.

Mantan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu dicokok di kediamannya di Perumahan Modern Hills, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

Munarman sempat melawan saat ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri.

Dalam rekaman video yang beredar di awak media, saat ditangkap Munarman tampak memakai gamis berwarna putih dan memakai sarung.

Kedua tangannya juga tampak di borgol oleh petugas. Penangkapan itu juga disaksikan oleh keluarga dan sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah Munarman.

Dalam rekaman berdurasi 22 detik itu Munarman sempat menolak saat akan dibawa petugas berseragam lengkap.

Sembari digelandang petugas, dia menyatakan penangkapan tersebut tidak sesuai hukum yang berlaku. Namun petugas tetap membawa Munarman menuju mobil tahanan.

"Ini tidak sesuai hukum. Ini seharusnya..," kata Munarman, namun ucapannya itu terputus karena digelandang petugas menuju mobil. "Sudah, nanti saja, nanti saja (jelaskan di kantor)," kata petugas sambil menyeret Munarman ke mobil.

Munarman juga sempat meminta terlebih dahulu memakai alas kaki. Namun petugas langsung membawa Munarman menuju mobil tahanan.

"Saya pakai sendal, saya pakai sendal (dulu)," katanya sembari tetap digelandang ke mobil tahanan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved