Breaking News:

Antrean Kebutuhan Plasma Konvalesen Meningkat, Ini Penjelasan PMI Kota Bandung

Kebutuhan masyarakat terhadap plasma konvalesen sebagai salah satu alternatif penyembuhan pasien covid-19 meningkat signifikan di PMI Kota Bandung

shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebutuhan masyarakat terhadap plasma konvalesen sebagai salah satu alternatif penyembuhan pasien covid-19 terus meningkat secara signifikan di PMI Kota Bandung.

Bahkan, karena tingginya permintaan tersebut, menyebabkan antrean panjang dari permintaan kebutuhan hingga mencapai puluhan orang.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, dr. Uke Muktimanah mengatakan, antrean permintaan plasma konvalesen di PMI Kota Bandung per Selasa (27/4/2021) telah mencapai 87 antrean pasien. 

Baca juga: KPK Terus Dalami Kasus Suap di Indramayu, Empat Anggota DPRD Jabar Dipanggil dan Diperiksa

"Saat ini jumlah antrean permintaan plasma konvalesen di PMI mencapai 87 pasien, meliputi golongan darah A sebanyak 28 antrean pasien; golongan darah B, 21 pasien; golongan darah O, 33 pasien, dan golongan darah AB, 5 pasien," ujarnya saat di temui di Balaikota Bandung, Selasa (27/4/2021).

dr. Uke menjelaskan, besarnya jumlah antrean pasien dipengaruhi oleh kurangnya  tingkat kesadaran masyarakat khususnya para penyintas atau mantan pasien covid-19 yang telah sembuh, yang bersedia untuk menjadi pendonor plasma konvalesen

Padahal, lanjutnya menjadi seorang penyintas ataupun pasien covid-19, bukanlah sebuah aib yang harus malu atau dikucilkan.

Melainkan, justru dapat menjadi seorang pahlawan yang dapat membantu pasien covid-19 lainnya yang sangat membutuhkan bantuan dan dalam perawatan di rumah sakit untuk dapat sembuh.

Baca juga: Dijanjikan Kerja Ke Irak, 5 Perempuan Ini Sempat Disekap, HP Disita dan Tak Boleh Keluar Penampungan

"Tujuan kita mengambil plasma konvalesen untuk terapi pada pasien itu kan harus darah yang berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah, terutama BPOM. Artinya darah yang didonorkan penyintas tersebut harus memiliki tingkat antibodi yang tinggi, karena akan digunakan untuk membantu pembentukan antibodi pada pasien covid-19 yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit, jadi serupa dengan vaksinasi covid-19," ucapnya.

dr. Uke pun tidak menampik hanya sejauh ini telah  banyak para penyintas covid-19 yang siap mendonorkan plasma konvalesennya. Hanya saja kebanyakan dari mereka adalah para penyintas tanpa gejala (OTG). Sementara, para pendonor plasma konvalesen yang diprioritaskan adalah para penyintas covid-19 yang memiliki gejala karena dinilai memiliki antibodi yang lebih tinggi.

Baca juga: Cuma Satu Pemain Persib Bandung yang Dipanggil ke Timnas Indonesia, Persija Jakarta 4, Siapa Saja?

Disamping itu, para penyintas yang akan donor plasma konvalesen harus dinyatakan sembuh, dan tidak ada lagi gejala selama 14 hari hingga 12 pekan atau setelah hasil negatif dari tes PCR kedua.

Nantinya sebelum mereka mendonorkan plasma konvalesen harus melewati beberapa mekanisme pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

"Sejak periode Januari - April 2020 atau hingga per hari ini, kami telah melayani permintaan plasma konvalesen hingga 1973 kantong. Adapun alokasi stok yang tersedia saat ini di UTD (Unit Transfusi Darah) PMI Kota Bandung mencapai 51 kantong plasma konvalesen, meliputi golongan darah A, empat kantong; golongan darah B, 12 kantong, golongan darah O, 27 kantong, dan golongan darah AB, delapan kantong," katanya.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved